MONPERA.ID, Banyuasin – Polres Banyuasin siap akan turunkan sebanyak 400 personil guna melakukan pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, yang akan di adakan di Kabupaten Banyuasin, pada 9 September 2023 mendatang.
“Kita turunkan 400 personel,” kata Kapolres Banyuasin AKBP Ferly Rosa Putra SIK.
Sebanyak 400 personel tersebut akan disiagakan di 48 desa yang akan melaksanakan Pilkades.
“Siaga anggota kita di desa yang menghelat Pilkades,” ungkapnya.
Polres Banyuasin juga telah melakukan koordinasi terkait rangkaian Pilkades di Kabupaten Banyuasin salah satunya memetakan TPS mulai dari aman, sedang hingga rawan.
“Kita sudah petakan. Untuk titik rawan akan kita geser jumlah personelnya lebih banyak dari tempat yang lain,” kata Kapolres.
Sementara ini tahapan Pilkades telah memasuki tahapan masa tenang.
Ia mengimbau agar semua kandidat yang mengikuti proses Pilkades dapat tetap ikuti proses yang sedang berjalan.
“Tetapi tetap menjaga ketertiban dan keamanan masing-masing wilayah,” bebernya.
Untuk para pendukung, Ferly mempersilahkan untuk dukung jagoan masing masing yang diusung dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) dan harus siap menerima hasinya.
“Akan tetapi harus siap menerima menang atau kalah dalam pemilihan yang dilaksanakan,” katanya.
Ferly menghimbau Nantinya bila calonnya kalah dalam pemilihan, untuk tidak menimbulkan keributan dan mengganggu ketertiban.
“Diharapkan tidak melakukan tindakan anarkis. Sehingga bisa memunculkan gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat,” harapnya.
Apabila nantinya ada yang berbuat anarkis akan dintindak dan diproses hukum.
“Jangan berbuat anarkis karena bisa berhadapan dengan proses hukum,” imbuhnya.
Ferly menerangkan meski tingkat desa tapi tujuannya sama untuk mencari pemimpin yang memikirkan rakyat dan amanah.
“Jangan salah pilih pemimpin,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Rayan Nurdiansyah SSTP MSi mengatakan untuk desa rawan pelanggan dilakukan pemilihan dengan cara e-Votting.
“Dari 48 desa yang akan melaksanakan Pilkades ada 8 desa melaksanakan dengan e-voting. Sedangkan 40 desa lainnya melaksanakan dengan cara manual,” tandas dia.