MONPERA.ID, Palembang – Upaya menekan angka penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Palembang, Tim DEN 401 dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri) menjalin kerja sama dengan Pemkot Palembang.
Kolaborasi ini bertujuan menyukseskan program “Palembang Sehat” yang diinisiasi oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan Wakil Wali Kota Prima Salam.
Salah satu langkah dari kerja sama ini adalah pemberian vaksin DBD secara gratis kepada 5.000 anak sekolah.
Program ini menjadi angin segar bagi masyarakat, mengingat vaksin DBD selama ini hanya tersedia di rumah sakit swasta dengan biaya yang cukup tinggi dan belum masuk dalam program vaksinasi nasional.
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan bahwa program vaksinasi massal ini sangat sejalan dengan visi “Palembang Sehat” yang tengah digalakkan oleh pemerintah kota.
“Kegiatan ini harus didukung dan disukseskan. Tentunya perlu sinergi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan agar program ini tersosialisasikan dengan baik ke seluruh lapisan masyarakat,” ujar Aprizal saat menerima audiensi Tim DEN 401 FK Unsri pada Rabu (14/1/2026).
Ia juga menyarankan agar peluncuran program dilakukan di tempat yang representatif agar gaungnya lebih luas dan mampu menarik perhatian masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya.
Ketua Tim DEN 401 FK Unsri, dr. Ariesti Karmila, menjelaskan bahwa vaksin DBD sebenarnya telah tersedia di Indonesia, namun masih bersifat berbayar dan hanya tersedia di rumah sakit swasta.
Oleh karena itu, bantuan hibah vaksin sebanyak 5.000 dosis yang diterima FK Unsri menjadi peluang besar untuk menjangkau anak-anak dari keluarga yang kurang mampu.
“Alhamdulillah, FK Unsri mendapatkan bantuan vaksin DBD yang bisa kami distribusikan secara gratis kepada anak-anak ,” ungkap dr. Ariesti.
Program vaksinasi ini akan dilaksanakan di 60 sekolah yang tersebar di wilayah kerja 10 Puskesmas, yakni Padang Selasa, Gandus, Taman Bacaan, Pembina, Kalidoni, 4 Ulu, Kertapati, Makrayu, dan Sematang Borang.
Pemilihan sekolah didasarkan pada data dari Pemkot Palembang mengenai daerah dengan insiden DBD tertinggi.
Program vaksinasi ini menyasar anak-anak usia 6 hingga 10 tahun, kelompok usia yang dinilai paling rentan terhadap infeksi DBD.
Menurut dr. Ariesti, meskipun vaksin ini juga dapat diberikan kepada orang dewasa, fokus utama tetap pada anak-anak karena mereka merupakan kelompok yang paling terdampak.
“Kegiatan ini sudah dimulai sejak akhir November 2025 dan berjalan dengan lancar. Kami juga melakukan pemantauan terhadap anak-anak yang telah divaksin maupun yang belum, untuk memastikan efektivitas dan keamanan vaksin,” jelasnya.
Bagi masyarakat umum yang ingin mendapatkan vaksin DBD namun tidak termasuk dalam program ini, dr. Ariesti menyarankan untuk mengakses layanan vaksinasi di rumah sakit swasta. Namun, ia mengingatkan bahwa biaya vaksin ini cukup tinggi, yakni sekitar Rp700.000 per suntikan, dan dibutuhkan dua kali suntikan untuk efektivitas maksimal.
“Karena itu, kami sangat bersyukur Palembang mendapatkan bantuan vaksin gratis. Tidak semua kota seberuntung ini, karena ada beberapa daerah yang harus membeli vaksin sendiri,” pungkasnya.

