Bupati Toha Sebut Selain Tempat Ibadah Masjid Pusat Kegiatan Sosial Masyarakat

MONPERA.ID, Muba – Bupati Musi Banyuasin, H.M Toha. Bahwa, masjid selain tempat ibadah bagi umat muslim, tetapi juga sebagai pusat berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat.

Hal itu dikatakannya, saat meresmikan Masjid Al Ikhlas di Desa Karang Anyar, Kecamatan Lawang Wetan, Kamis (22/1/2026).

Menurutnya, rasa bahagia dan apresiasi atas telah selesainya pembangunan Masjid Al Ikhlas. Untuk ituasjid tersebut diharapkan dapat membawa keberkahan dan juga memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, saya mengucapkan selamat atas peresmian Masjid Al Ikhlas. Mudah-mudahan masjid ini tidak hanya menjadi tempat shalat, tetapi juga pusat kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan,” tegasnya.

Dimana, masjid Al Ikhlas yang berdiri megah tersebut dibangun melalui sinergi, antara pemerintah daerah, DPRD, para donatur, dan masyarakat. Masjid ini dibangun dari APBD Kabupaten Muba, melalui dana Aspirasi Anggota DPRD, serta sumbangan para dermawan.

Untuk itu, sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Muba. Setidaknya, terdapat 1.987 masjid dan musolah di wilayah Musi Banyuasin. Bahkan, di tahun ini pemerintah daerah   menyalurkan bantuan kepada 50 masjid dan musala, dengan harapan jumlah tersebut dapat bertambah pada anggaran perubahan.

“Keinginan kami ke depan adalah membangun dan memakmurkan lebih banyak masjid. Bahkan, secara pribadi saya memiliki cita-cita untuk mewujudkan pembangunan 1.000 masjid di Musi Banyuasin,” bebernya.

Sementara, Anggota DPRD Musi Banyuasin, Jon Kenedy,mengungkapkan, rasa syukur atas rampungnya pembangunan Masjid Al Ikhlas. Menurutnya, masjid tersebut merupakan hasil nyata semangat kebersamaan.

“Pembangunan masjid ini murni gotong royong. Alhamdulillah, banyak donatur yang ikut berkontribusi. Kami di DPRD tentu sangat mendukung pembangunan sarana ibadah seperti ini,” ungkapnya.

Ditambahkan, Camat Lawang Wetan M Warnik turut juga mengucapkan, terima kasih kepada Bupati Muba yang telah hadir langsung di tengah masyarakat, serta kepada anggota DPRD, pemerintah desa, dan seluruh warga Karang Anyar.

“Terima kasih juga kami sampaikan kepada para donatur yang telah membantu pembangunan Masjid Al Ikhlas hingga berdiri seperti sekarang,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Pengurus Masjid Al Ikhlas, Edi Hermanto, menegaskan, bahwa pembangunan masjid dimulai dari niat tulus masyarakat sejak beberapa tahun lalu. Pada tahun 2021, salah seorang warga, H Maskanah, menghibahkan tanah seluas 40 x 90 meter untuk lokasi masjid. Pada 2022, H Yahya memberikan bantuan dana untuk penimbunan lahan.

Pembangunan fisik masjid dimulai pada 2023 bersumber dari APBD Muba melalui dana aspirasi DPRD dengan total anggaran Rp2,1 miliar, sehingga bangunan masjid berdiri sekitar 30 persen. Pada 2024, dukungan dari para donatur kembali mengalir hingga terkumpul dana Rp5,3 miliar untuk melanjutkan pembangunan dan penataan halaman.

“Total dana pembangunan Masjid Al Ikhlas mencapai Rp7,4 miliar. Karena itulah, nama Al Ikhlas sangat selaras dengan proses pendiriannya yang dilandasi keikhlasan,” ujar Edi.

Atas nama masyarakat, ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Muba, anggota DPRD, serta para donatur seperti H Maskanah, H Yahya, Jimmy, Amrullah, dan Nopi, serta seluruh warga yang turut berpartisipasi.

Ia juga menyampaikan aspirasi masyarakat agar ke depan masjid tersebut dilengkapi dengan pagar dan penataan halaman, serta pembangunan balai serbaguna. Masyarakat telah menghibahkan lahan sekitar dua hektare untuk mendukung fasilitas tersebut.

“Kami berharap dapat dibangun balai serbaguna agar masyarakat bisa menggunakannya untuk berbagai kegiatan, seperti resepsi pernikahan dan acara sosial lainnya,” kata Edi.

Persemian Masjid ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti. Acara itu dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Ustad Alamsyah atau yang akrab disapa dengan Ustad Coy.

Dalam.kesempatan peresmian masjid tersebut turut dihadiri sejumlah anggota DPRD Kabupaten Muba, di antaranya Jon Kenedy, Ziadatulher, Tapriansyah, Indra Kesumajaya, Rustam, dan Tanzil Asrori. Hadir pula Asisten I Setda Muba Ardiansyah SE MM PhD CMA, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Muba Ustadz H Opi Pahlopi, Camat Lawang Wetan M Warnik SE MSi, Kepala Desa Karang Anyar Zulkarnain, serta penceramah Ustadz Alamsyah