Safari Ramadhan 1447 H/2026 di Bayung Lencir, Bupati Toha: Program Daerah Dipastikan Tetap Jalan Ditengah Efesiensi 

MONPERA.ID, Muba – Meskipun anggaran sedang tidak baik baik saja. Hal itu tidak menyurutkan semangat Bupati Musi Banyuasin H.M Toha, dalam membangun Muba, namun sebaliknya meskipun ditengah efesiensi program  pembangunan di Musi Banyuasin masih tetap akan berjalan.

Hal itu dibuktikannya dalam kegiatan safari ramadhan 1447 H/2026 M di Masjid Jami’At-Taqwa, Kelurahan Bayung Lencir Indah, Kecamatan  Bayung Lencir, Selasa (24/2/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini, disambut antusias oleh ratusan warga yang telah memadati area masjid sejak sore hari.

Tampak hadir dalam rombongan tersebut Para Staf Ahli Bupati, Para Asisten Sekda, seluruh Kepala Perangkat Daerah, serta para Kepala Bagian (Kabag) di lingkungan Setda Kabupaten Musi Banyuasin. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Camat Bayung Lencir, Zukar, beserta istri, unsur Forkopimcam, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Camat Bayung Lencir, Zukar, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas dipilihnya Kecamatan Bayung Lencir sebagai lokasi pertama (launching) pembukaan Safari Ramadan tingkat kabupaten tahun ini. Untuk itu mengapresiasi semangat bupati yang tetap bugar meski harus menempuh perjalanan darat selama enam jam dari ibu kota kabupaten.

“Kami sangat berterima kasih Bapak Bupati berkenan hadir langsung. Kehadiran seluruh elemen masyarakat hari ini, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga unsur Forkopimcan, adalah wujud syukur dan dukungan penuh kami terhadap visi misi Bapak Bupati untuk membawa Muba maju lebih cepat,” katanya.

Menanggapi itu, Bupati Musi Banyuasin H.M Toha. Mengucapkan, permohonan maaf karena baru bisa bertatap muka langsung secara resmi dengan warga Bayung Lencir sejak dilantik. Ia menegaskan bahwa Bayung Lencir memiliki tempat spesial sehingga dijadikan titik awal rangkaian Safari Ramadan tahun ini.

Terkait aspirasi masyarakat, Bupati memberikan penjelasan mengenai kondisi keuangan daerah. Meski anggaran tahun 2026 mengalami pemangkasan sebesar Rp1,2 triliun—dari Rp3,4 triliun menjadi Rp2,2 triliun—ia memastikan pembangunan infrastruktur tetap berjalan.

“Jalan-jalan yang rusak akan kita perbaiki secara bertahap. Kita harus memprioritaskan mana yang paling mendesak. Saya juga pastikan program yang saya janjikan akan tuntas akhir tahun ini,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya juga mengajak masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas daerah dan tidak mudah terprovokasi isu SARA.

“Kito galo dulur (kita semua saudara). Mari jadikan Ramadan ini sebagai penerang untuk membangun Muba dengan cinta,” pungkasnya

Dalam kesempatan agenda safari ramadhan, dilakukan juga penyerahan bantuan sosial secara simbolis sebagai bentuk kepedulian pemerintah di bulan suci. Bantuan tersebut meliputi pembagian paket sembako bagi 30 warga miskin serta paket kain mukena untuk 50 kaum perempuan.

Selain itu, perhatian khusus diberikan pada aspek keagamaan dan kesejahteraan sosial melalui penyerahan santunan uang tunai kepada 15 anak yatim, serta insentif khusus bagi guru ngaji dan marbut. Sebagai bentuk dukungan terhadap infrastruktur ibadah, diserahkan pula bantuan dana sebesar Rp10 juta untuk pembangunan Masjid Jami’ At-Taqwa.