Bersama Kapolri, Wali Kota Palembang Sampaikan Pesan Penting ke Ojol dan Buruh

MONPERA.ID, Palembang – Sebanyak 5.000 pengemudi ojek online (ojol) dan elemen buruh memadati Stadion Gelora Bumi Sriwjaya dalam apel besar bertajuk “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae”, Minggu (8/3/2026).

Acara yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Hadir mendampingi Kapolri, Gubernur Sumsel Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr Sandi Nugroho serta Wali Kota Palembang Ratu Dewa.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa memberikan apresiasi bagi ojol dan buruh yang berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Menurutnya, kehadiran ribuan pengemudi ojol dan elemen buruh dalam apel ini merupakan bukti nyata solidaritas masyarakat dalam menjaga keamanan kota.

Kegiatan ini, lanjut dia, bukan sekadar seremoni, melainkan motor penggerak bagi semua pihak untuk menjaga iklim kondusif di Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan apel bersama ini. Harapan kita, momentum ini dapat memotivasi semua pihak untuk terus menjaga situasi di Sumsel dan Palembang agar tetap kondusif, aman, dan nyaman bagi siapa saja,” ujar Ratu Dewa di sela-sela acara.

Mengingat momen ini bertepatan dengan persiapan menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah, Wali Kota yang dikenal dekat dengan masyarakat ini memberikan perhatian ekstra pada keselamatan warga yang akan melakukan perjalanan mudik.

Ratu Dewa mengingatkan agar euforia lebaran tidak membuat warga lengah terhadap keselamatan diri dan keamanan lingkungan.

“Menjelang Idul Fitri, saya mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap waspada. Bagi yang ingin melakukan perjalanan mudik, saya titip pesan: tetap hati-hati di jalan, utamakan keselamatan, dan pastikan segala sesuatunya terjaga dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen ojol dan buruh dalam menjaga Kamtibmas.

“Pemerintah juga terus mendorong program Swasembada Pangan dan 18 program hilirisasi besar, termasuk industri otomotif dan semikonduktor. Targetnya, pada tahun 2026 ini, investasi tetap kondusif agar lapangan kerja tetap terjaga,” tambahnya.

Menanggapi aspirasi komunitas ojol yang sering bekerja dalam risiko tinggi, Kapolri menginstruksikan Kapolda Sumsel untuk mengoptimalkan perlindungan melalui teknologi.

“Saya minta Kapolda mengaktifkan fitur Panic Button atau integrasi layanan 110. Jika rekan-rekan ojol merasa terancam atau menjadi korban kejahatan di jalan, cukup tekan tombol tersebut agar personel kepolisian bisa merespons dengan cepat,” tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit.