MONPERA.ID, Yogyakarta – Mengisi keberkahan bulan suci Ramadhan, Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Sumatera Selatan–Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar kegiatan Safari Ramadhan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Perempuan. Mengusung tema “Merayakan Semangat Hari Perempuan di Bulan Ramadhan dengan Kepedulian”, aksi ini menjadi bukti nyata hadirnya mahasiswa di tengah masyarakat melalui langkah kemanusiaan yang konkret.
Melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan, Ketua Umum IKPM Sumsel-DIY, Thomas Antoni, bersama jajaran pengurus menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat membutuhkan di Yogyakarta.
Sasaran bantuan kali ini difokuskan kepada para lansia dan janda dhuafa yang bermukim di sekitar asrama.
Kegiatan berbagi ini dipusatkan di Balai Sriwijaya Yogyakarta, asrama mahasiswa yang selama ini menjadi simbol silaturahmi bagi perantau asal Sumatera Selatan di Yogyakarta.
Koordinator Bidang Pemberdayaan Perempuan IKPM Sumsel-DIY menjelaskan bahwa lokasi ini dipilih untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dengan lingkungan sosial tempat mereka menuntut ilmu.
Ketua Umum IKPM Sumsel-DIY, Thomas Antoni, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari nilai perjuangan mahasiswa yang mengedepankan empati.
Ia juga menyoroti peran strategis mahasiswi yang tergabung dalam Srikandi IKPM Sumsel-DIY dalam menggerakkan aksi sosial yang berdampak langsung.
“Ramadhan mengajarkan kita tentang empati. Program ini bukan sekadar berbagi sembako, tetapi pengingat bahwa mahasiswa harus hadir membawa manfaat dan harapan bagi masyarakat sekitar,” ujar Thomas, Jumat (13/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Thomas turut menyampaikan apresiasi kepada para dermawan yang telah menyokong terlaksananya kegiatan ini.
Ia berharap gerakan kepedulian tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan tumbuh menjadi program berkelanjutan dengan jangkauan yang lebih luas.
Lebih lanjut, Thomas berharap adanya perhatian dan dukungan yang berkesinambungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bagi mahasiswa perantauan.
Menurutnya, dukungan pemerintah sangat penting dalam menyokong kegiatan positif, khususnya pemberdayaan perempuan yang digerakkan oleh mahasiswa.
“Kegiatan seperti ini memperkuat citra bahwa mahasiswa Sumatera Selatan di perantauan tidak hanya fokus menuntut ilmu, tetapi juga menjadi bagian dari solusi sosial. Hal positif yang membawa nama baik daerah ini sepatutnya mendapatkan dukungan bersama,” tambahnya.
Safari Ramadhan ini ditutup dengan harapan agar perpaduan semangat perempuan dan keberkahan bulan suci dapat terus melahirkan gerakan-gerakan sosial yang memberikan makna besar bagi masyarakat luas.

