MONPERA.ID, Muba – Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Rina Dewi Kelana, S.E., M.Si., secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada publik terkait kekeliruan angka pada paket “Belanja Bahan Bakar Minyak Genset” dalam portal SIRUP LKPP tahun anggaran 2026.
Rina menjelaskan bahwa angka fantastis sebesar Rp780.186.186.700 yang sempat tayang di sistem merupakan murni kesalahan manusia (human error) saat proses pengetikan ulang data ke aplikasi.
“Kami memohon maaf atas kekeliruan tersebut. Terjadi kesalahan pengetikan pada angka ‘186’ yang terinput ganda, sehingga muncul angka yang tidak masuk akal. Angka sebenarnya jauh dari itu,” ujar Rina saat memberikan klarifikasi, Sabtu (14/3/2026).
Pihaknya merinci bahwa anggaran yang benar untuk belanja Pertalite hanya sebesar Rp3.000.000, sedangkan untuk belanja Solar Industri (non-subsidi) guna operasional genset adalah senilai Rp777.186.700.
Rina menegaskan bahwa belanja BBM tersebut dilakukan sesuai kebutuhan nyata di lapangan dengan frekuensi pembelian minimal dua bulan sekali.
Ia juga mengklarifikasi bahwa penggunaan Solar untuk genset gedung pemerintah tetap mengacu pada standar solar industri, bukan solar subsidi.
“Kesalahan administratif ini segera kami perbaiki dalam sistem. Kami berterima kasih atas fungsi pengawasan dari masyarakat dan rekan-rekan media, dan kami pastikan ke depannya proses input data akan melalui verifikasi yang lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tutupnya.

