MONPERA.ID, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dibawah kepemimpinan Bupati H.M Toha dan Wakil Bupati Musi Banyuasin Rohman, hingga kini terus memperkuat pengelolaan keuangan daerah di tengah tantangan ekonomi yang kian dinamis, dengan mengutus dua pejabat yakni Sekda Muba Syafaruddin dan Kepala BPKAD Muba, Riki Junaidi.
Dimana, keduanya mengikuti Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Level Pimpinan Angkatan III Tahun 2026 di Aula Gedung E Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pajak, Jakarta Barat, Selasa (21/4/2026).
Sekretaris Daerah Musi Banyuasin Syafaruddin mengatakan, bahwa penguatan kapasitas pimpinan dalam memahami strategi fiskal menjadi langkah krusial untuk memastikan keberlanjutan pembangunan daerah.
“Workshop ini menjadi ruang penting untuk memperdalam strategi pengelolaan fiskal yang adaptif, transparan, dan akuntabel. Tantangan ke depan menuntut Pemerintah Daerah tidak hanya responsif, tetapi juga mampu mengantisipasi risiko fiskal secara lebih terukur,” katanya seraya menegaskan karena sinergi antara kebijakan fiskal dan penguatan ekonomi daerah harus terus diperkuat agar pembangunan di Muba, tetap berjalan optimal dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala BPKAD Musi Banyuasin Riki Junaidi menekankan, pentingnya inovasi dalam pengelolaan keuangan daerah, terutama dalam menghadapi dinamika penerimaan dan belanja daerah.
“Pengelolaan fiskal ke depan tidak bisa lagi konvensional. Dibutuhkan inovasi, digitalisasi, serta penguatan perencanaan berbasis data agar setiap kebijakan anggaran benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

