MONPERA.ID, Muba – Respon cepat ditunjukkan Pemkab Muba dan dunia usaha dalam menangani kerusakan infrastruktur jalan di Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Muba. Kali ini, giliran di Desa Keban I, perbaikan jalan mulai dikerjakan oleh PT Astaka Dodol sebagai bagian dari gerakan kolaboratif yang digagas langsung oleh Bupati Muba, HM Toha Tohet SH.
Langkah ini bukan hanya perbaikan teknis, melainkan implementasi nyata dari instruksi Bupati Muba HM Toha Tohet SH yang menekankan pentingnya gotong royong lintas sektor. Perbaikan tersebut merupakan bagian dari skema penanganan darurat berbasis pembagian zona kerja yang melibatkan sejumlah perusahaan di wilayah Sanga Desa.
Camat Sanga Desa, Rusdiwan MPd, menegaskan bahwa keterlibatan aktif perusahaan merupakan langkah a untuk mempercepat pemulihan kondisi jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
“Perbaikan ini adalah langkah darurat agar mobilitas warga tidak lumpuh. Kami mendorong semua pihak, termasuk pemerintah desa dan perusahaan, untuk turun langsung bergotong royong di lapangan,” ujar Rusdiwan.
Menurutnya, pendekatan kolaboratif dengan pembagian zona kerja terbukti efektif dalam mempercepat penanganan titik-titik kerusakan paling krusial. Selain itu, pengawasan bersama oleh Pemerintah Desa menjadi faktor penting agar pekerjaan berjalan optimal dan tepat sasaran.
Sementara itu, Bupati Muba HM Toha Tohet SH menegaskan bahwa gerakan ini adalah bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga infrastruktur daerah.
“Jalan adalah urat nadi ekonomi masyarakat. Saya minta semua pihak tidak hanya menunggu, tetapi bergerak bersama. Gotong royong ini adalah solusi cepat yang harus kita lakukan demi kepentingan masyarakat luas,” tegas Toha.
Ia menambahkan, perbaikan darurat yang saat ini dilakukan akan dilanjutkan dengan program peningkatan jalan secara permanen melalui APBD 2026 dan dukungan Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) dari pemerintah provinsi.
“Kondisi cuaca yang masih tidak menentu menjadi tantangan tersendiri dalam proses perbaikan. Namun, sinergi antara Pemerintah dan sektor swasta diyakini mampu menjaga stabilitas akses transportasi, terutama bagi distribusi hasil perkebunan dan aktivitas ekonomi warga,” tandasnya.

