MONPERA.ID,Palembang – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan Febrita Lustia HD, membuka kegiatan Taman Asuh Sayang Anak di Kelas Orang Tua Hebat (TAMASYA di KERABAT) Nasional Seri 22 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Sumsel. Kegiatan tersebut digelar secara virtual dari Sekretariat TP PKK Provinsi Sumsel, Kamis (23/7/2026).
Pada penyelenggaraan tahun ini, Provinsi Sumatera Selatan dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan TAMASYA di KERABAT yang mengusung tema “Pengasuh Responsif: Penerapan Pengasuhan Positif dan Demokratis.”
Dalam sambutannya, Febrita menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang telah menginisiasi sekaligus menyelenggarakan kegiatan strategis tersebut.
“Atas nama Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan yang sangat strategis ini,” ujarnya.
Menurut Febrita, menjadi suatu kehormatan dan kebanggaan bagi Provinsi Sumatera Selatan dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Hal tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama dalam membangun keluarga Indonesia yang lebih berkualitas melalui pola pengasuhan yang optimal.
Ia menjelaskan, keluarga merupakan tempat pertama bagi anak untuk belajar, tumbuh, dan berkembang. Dari keluargalah anak mengenal kasih sayang, disiplin, tanggung jawab, serta berbagai nilai kehidupan yang akan membentuk karakter mereka.
“Oleh sebab itu, pengasuhan yang baik dari orang tua sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak dalam berbagai aspek kehidupan,” katanya.
Febrita menambahkan, tantangan dalam mengasuh anak pada era saat ini semakin beragam, mulai dari perkembangan teknologi, penggunaan gawai, hingga perubahan pola kehidupan keluarga. Karena itu, kehadiran orang tua, baik secara fisik maupun emosional, menjadi sangat penting agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Menurutnya, tema “Pengasuhan Positif dan Demokratis” diharapkan dapat menjadi bekal bagi para orang tua maupun pengasuh dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
“Melalui pengasuhan positif dan demokratis, kita bersama-sama dapat menciptakan hubungan yang hangat dan penuh kasih sayang dengan anak. Di saat yang sama, kita juga memberi kesempatan kepada mereka untuk belajar berpendapat, memahami aturan, dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Dengan pola pengasuhan tersebut, Febrita berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, serta mampu bersosialisasi dengan baik.
Sebagai mitra strategis pemerintah, TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, lanjutnya, berkomitmen mendukung terwujudnya keluarga berkualitas melalui berbagai program pemberdayaan. Namun, keberhasilan membangun keluarga berkualitas memerlukan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak.
Untuk itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah berkolaborasi dalam kegiatan tersebut, di antaranya TP PKK seluruh Indonesia, Persit Kartika Chandra Kirana, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), HIMPAUDI, HIMPSI, para akademisi, pemerhati anak, serta berbagai lembaga lainnya.
“Semoga kerja sama yang baik ini terus terjalin sehingga pesan-pesan pengasuhan dapat menjangkau lebih banyak keluarga Indonesia,” harapnya.
Febrita berharap melalui kegiatan TAMASYA di KERABAT Nasional Seri 22 Tahun 2026, para peserta dapat memperoleh pengetahuan, wawasan, serta keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mendorong agar pengetahuan yang diperoleh dapat disebarluaskan kepada keluarga maupun masyarakat di lingkungan masing-masing, sehingga manfaat kegiatan tersebut dapat dirasakan secara lebih luas.
“Mari kita jadikan keluarga sebagai tempat yang aman, nyaman, penuh kasih sayang, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Mari kita hadir sebagai orang tua, pengasuh, dan pendidik yang mampu menjadi teladan terbaik bagi anak-anak kita,” ajaknya.
Mengakhiri sambutannya, Febrita secara resmi membuka kegiatan Taman Asuh Sayang Anak di Kelas Orang Tua Hebat (TAMASYA di KERABAT) Nasional Seri 22 Tahun 2026 dengan tema “Pengasuh Responsif: Penerapan Pengasuhan Positif dan Demokratis.”
“Semoga kegiatan ini berjalan lancar, memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh peserta, serta menjadi bagian dari ikhtiar kita bersama dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

