Gubernur Sumsel Paparkan Tiga Keberhasilan Program “Sultan Muda” 

MONPERA.ID,Palembang – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, setidaknya memaparkan keberhasilan program “Sultan Muda” saat mengikuti Penilaian Akhir Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Award Tahun 2026 secara virtual di Assessmant yang di selenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bekerjasama dengan Kemenko Perekonomian dan Kemendagri yang bertujuan untuk mengukur efektivitas inovasi daerah dalam memperluas akses keuangan masyarakat.

“Program unggulan 100.000 Sultan Muda sebuah gerakan strategis yang terbukti ampuh mencetak  wirausahawan muda tangguh, berdaya saing global, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi daerah.  Program ini secara resmi masuk dalam RKPD Provinsi Sumsel 2026 dan regulasi pendukung lainnya,” katanya, Jum’at (31/7/2026).

Dimana, antusiasme generasi muda di Sumatera Selatan pun sangat luar biasa yang banyak mendaftarkan diri secara masif.

“Hingga saat ini, sebanyak 10.951 anak muda telah resmi terdaftar sebagai bagian dari Sultan Muda Sumsel, Penyaluran Pembiayaan, Spirit pengusaha muda ini didukung dengan pembiayaan yang telah mendekati angka Rp1 triliun”, tegasnya.

Pemprov Sumsel membentuk Sultan Muda Center sebagai wadah kolaborasi, pendampingan, coaching, hingga fasilitasi akses keuangan.  Sepanjang 1,5 tahun terakhir, Sultan Muda Center telah mendukung 182 kegiatan serta meluncurkan Kartu Anggota Sultan Muda sebagai identitas resmi para anggotanya.

Kehadiran Sultan Muda dan percepatan akses keuangan di Sumatera Selatan terbukti memberikan dampak signifikan terhadap indikator makro ekonomi daerah yaitu Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): Menurun hingga 3,59% (jauh di bawah rata-rata nasional).

Capaian impresif Sumatera Selatan menuai pujian hangat dari Tim Asesor TPAKD Award 2026, Guru Besar Universitas Brawijaya, Prof. Candra Fajri Ananda.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja Tim TPAKD Sumsel. Inisiatif hilirisasi perkebunan dan pembentukan Sultan Muda ini sangat menarik. Selain menjaga stabilitas ekonomi dari fluktuasi harga komoditas, gerakan ini juga menciptakan potensi basis pajak baru yang kuat bagi daerah,” puji Prof. Candra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *