MONPERA.ID,Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung program strategis nasional berupa ekstensifikasi dan hilirisasi lahan kelapa sawit. Hal itu terungkap dalam Rakor Persiapan Ground Check Teknis Ekstensifikasi Lahan Kelapa Sawit yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, di Ruang Rapat Setda Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (19/8/2026).
Sekretaris Daerah Sumatera Selatan Edward Candra mengatakan, bahwa langkah tersebut semata untuk memperkuat kemandirian pangan dan energi nasional, sebagaimana yang tertuang dalam visi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto untuk menuju Indonesia Emas 2045.
“Pak Gubernur berkomitmen penuh memfasilitasi percepatan program ini, mulai dari sinkronisasi tata ruang, penyiapan dokumen perizinan, hingga koordinasi lintas kabupaten dan kota,” katanya.
Selain itu, nantinya pemanfaatan lahan juga akan diarahkan pada area yang tidak produktif guna meminimalisir adanya resiko karhutla. Namun, yang tidak kalah penting juga dengan ketelitian administrasi dan legalitas lahan yang tetap menjadi prioritas utama, agar tidak menimbulkan masalah hukum dikemudian hari.
“Maka itu kita mintakan kepada Dinas Kehutanan dan instansi terkait supaya proaktif mengawal proses ini,” tegasnya.
Menanggapi itu, Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian RI Iim Mucharam. Menurutnya, menjelaskan bahwa program ini merupakan penugasan langsung dari Presiden kepada Menteri Pertanian yang dimandatkan kepada PTPN IV sebagai aktor strategis BUMN Pangan. Langkah ekstensifikasi disiapkan untuk mengantisipasi krisis pangan dan energi global akibat dinamika geopolitik dunia.
“Kolaborasi dan dukungan Pemprov Sumatera Selatan menjadi kunci percepatan Hilirisasi Komoditas Pertanian Strategis, “katanya.
Strategic Advisory PTPN IV, Irwan Perangin-Angin, memaparkan khusus di Sumatera Selatan, potensi areal ekstensifikasi mencapai 66.005,65 hektare yang terbagi menjadi Kawasan Hutan Konversi atau Produksi seluas 45.071,38 hektare dan Areal Penggunaan Lain seluas 20.934,27 hektare. Potensi areal terbesar berada di Kabupaten Lahat, Kabupaten Musi Banyuasin, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu.

