Buka Balap Ketek Bajemo Open Race IV 2026, Sekda Muba Tekankan Kelestarian Sungai dan Potensi Nelayan

MONPERA.ID,Muba – Suasana perairan Sungai Musi di Desa Lumpatan II, Kecamatan Sekayu, mendadak riuh dan semarak. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama perkumpulan masyarakat menggelar ajang bergengsi Lomba Balap Ketek Bajemo Open Race IV 2026, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan yang telah memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Musi Banyuasin, Drs. Syafaruddin, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Muba H.M Toha Tohet. Turut mendampingi dalam acara pembukaan tersebut jajaran Forkopimda, Dandim 0401/Muba diwakili oleh Pasi Pers Kodim 0401/Muba, Kapten Suhartono., Kapolres Muba diwakili oleh Kapolsek Sekayu, AKP Dedi Kurniawan, Ka. Dishub Muba M. Hatta S.E M.Si., Ka Dinkominfo diwakili Kabid Komunikasi Publik Jerry Rinoldi S.T., serta para perwakilan OPD lainnya.

Selain itu, unsur pemerintah kecamatan dan instansi terkait turut hadir memenuhi undangan. Camat Sekayu, Edy Heryanto, serta perwakilan dari Kepala Kantor Kementerian Agama, Komarindang, tampak mengikuti rangkaian acara. Kehadiran pihak perbankan juga diwakili oleh Pimpinan Cabang Bank Sumsel Babel Sekayu atau perwakilannya.

Dukungan dari pemerintah desa dan panitia penyelenggara semakin melengkapi kelancaran acara. Kepala Desa Lumpatan I, Agus Kurniawan, dan Kepala Desa Lumpatan II, M. Zazili Mustofa, hadir didampingi oleh para kepala dusun dari Desa Lumpatan II. Seluruh jalannya kegiatan ini dikoordinasikan secara langsung oleh Ketua Pelaksana, Endang Saputra, S.Sos.

Dalam sambutannya sebelum membuka acara secara resmi, Sekda Muba Drs. Syafaruddin, M.Si., menegaskan bahwa event balap ketek ini tidak sekadar sarana hiburan kemerdekaan, tetapi membawa misi vital untuk menjaga kelestarian ekosistem sungai dan membangkitkan kembali perekonomian para nelayan tradisional.

“Hakikat dari kegiatan ini adalah untuk menjaga kelestarian sungai kita, sekaligus membangkitkan kembali potensi nelayan yang menjadi tulang punggung keluarga. Melalui hasil tangkapan sungai, kita berharap para nelayan tetap mampu mampu memenuhi kebutuhan termasuk menyekolahkan anak-anak mereka,” ujar Syafarudin.

Sekda menceritakan kilas balik lahirnya kompetisi ini yang berawal dari tradisi swadaya masyarakat nelayan setempat sejak enam tahun lalu. Kala itu, para nelayan bergotong-royong membuat lomba ketek sederhana setiap momen 17 Agustus.

“Awalnya, para nelayan ini berinisiatif secara mandiri dengan mengumpulkan uang patungan untuk menggelar lomba setiap tanggal 17 Agustus. Berawal dari semangat swadaya tersebut, pemerintah daerah bersama para tokoh masyarakat tergerak untuk memfasilitasi dan membesarkan kegiatan ini hingga memasuki tahun keempat penyelenggaraan resmi,” tambahnya.

Isu krusial yang turut disuarakan Sekda Muba adalah maraknya perusakan lingkungan perairan akibat praktik illegal fishing seperti penggunaan racun, potas, hingga penyetruman ikan yang merusak masa depan ekosistem Sungai Musi.

Syafaruddin mengingatkan bahwa kebiasaan meracuni dan menyetrum sungai tidak hanya menghabiskan benih ikan, tetapi juga sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat luas karena Sungai Musi merupakan sumber air baku utama PDAM Sekayu.

“Hentikan kegiatan menyetrum dan meracun ikan! Kita harus sepakat untuk menjaga sungai ini. Ketika debit air Sungai Musi menyusut pada musim kemarau, racun seperti potas sangat berbahaya bagi air baku PDAM yang disalurkan ke rumah-rumah masyarakat. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menahan diri dan menjaga kelestarian perairan kita,” tegas Sekda.

Usai pembukaan resmi, acara dilanjutkan dengan penyerahan kembali Piala Bergilir Bajemo Open Race dari juara bertahan tahun lalu, yaitu Tim Kayuara, kepada pihak panitia untuk diperebutkan kembali pada ajang ke-4 ini.

Seluruh 55 peserta mengibarkan bendera tim masing-masing di atas perahu ketek dan melakukan parade beriringan di belakang garis paddock diiringi riuh penonton di sepanjang aliran sungai. Tim evakuasi dari Polairud Polres Muba serta TRC BPBD Muba disiagakan penuh untuk mengawal keselamatan selama parade dan perlombaan.

Menutup arahannya, Sekda Muba berpesan agar seluruh peserta memelihara rasa persaudaraan dan kejujuran selama bertanding.

“Silakan bertanding dengan semangat untuk menang, namun tetap junjung tinggi nilai sportivitas tanpa menghalalkan segala cara. Bagi yang menang jangan jumawa, dan bagi yang belum berhasil jangan berkecil hati. Tahun depan kita akan berkompetisi kembali,” tutur Sekda Muba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *