Perkuat Pengawasan Hakim, PKY Sumsel Gandeng Elemen Masyarakat di HUT ke-21 KY

MONPERA.ID, Palembang – Penghubung Komisi Yudisial (PKY) Sumatera Selatan memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat melalui peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Komisi Yudisial Republik Indonesia di Kantor PKY Sumsel, Palembang. Kamis (27/8/2026).

Pertemuan ini dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi sekaligus wadah menyerap aspirasi dan masukan dari para mitra kerja guna memperkuat pengawasan serta mewujudkan lembaga peradilan yang bersih, berintegritas, dan berkeadilan.

Dalam sambutannya, Plt. Koordinator PKY Sumatera Selatan, M. Martindo Merta, menegaskan, bahwa perayaan dua dekade lebih perjalanan Komisi Yudisial bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk merefleksikan peran kelembagaan. Martindo mengakui adanya berbagai tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia dan efisiensi anggaran.

“Namun, keterbatasan tersebut tidak boleh menyurutkan komitmen dalam menjaga kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa KY tidak dapat bekerja sendirian, sehingga dukungan aktif dari akademisi, insan pers, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas lokal sangat krusial.

Dukungan dan apresiasi mengalir dari berbagai pihak yang hadir. Ketua Fraksi DPRD Kabupaten Banyuasin sekaligus Ketua Komunitas Demokrasi Sumsel, Dr. Ir. Sukardi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal integritas hakim dan mendukung kinerja KY di daerah.

“Mari kita kawal agar integritas hakim dan mendukung kinerja KY di daerah,” kata Sukardi.

Dari kalangan akademisi, dosen Fakultas Hukum Universitas IBA, Mila, berharap kerja sama antara KY dan perguruan tinggi dapat diperluas dalam bentuk edukasi publik dan pengabdian masyarakat meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

“Ya, kami berharap kerjasama antara KY dan perguruan tinggi dapat diperluas lagi,” imbuh Mila.

Sementara itu, perwakilan Ombudsman Republik Indonesia, Prana, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi sesama lembaga pengawas reformasi untuk mengatasi kerumitan pembuktian pelanggaran kode etik hakim.

Dukungan berbasis gagasan dan jejaring juga disuarakan oleh perwakilan seniman Sumatera Selatan, Arsyad, serta Kurniadi dari Sahabat KY yang telah bermitra sejak 2014.

Menanggapi seluruh masukan tersebut, PKY Sumatera Selatan berkomitmen untuk menjadikan kekuatan jejaring sebagai kunci utama dalam berinovasi.

Melalui keterbukaan dan kolaborasi yang erat bersama masyarakat sipil, PKY Sumsel optimistis dapat terus hadir secara profesional demi menegakkan keadilan dan menjaga martabat dunia peradilan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *