MONPERA.ID,Muba – Bupati Musi Banyuasin H.M Toha mengambil langkah tegas untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Mulai Besok, Rabu 16 September 2026, seluruh siswa jenjang PAUD/TK/RA, SD/MI hingga SMP/MTs se-Kabupaten Muba menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Kebijakan tersebut diambil saat Rapat Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan (Karhutbunlah) di Wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (15/9/2026) di Ruang Rapat Sekda dan dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Musi Banyuasin Nomor 400.3/391/DIKBUD/2026 tentang Penyesuaian Jadwal Kegiatan Belajar Mengajar dan Penyelenggaraan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai Dampak Buruk Kabut Asap di Kabupaten Musi Banyuasin.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Muba, Yayan SE MM, mengatakan, pengalihan pembelajaran dari tatap muka ke PJJ merupakan langkah antisipatif pemerintah daerah terhadap kondisi kualitas udara yang berpotensi mengganggu kesehatan peserta didik.
“Penyesuaian ini dilakukan sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik. Kita menyesuaikan proses pembelajaran dengan kondisi di lapangan, terutama karena kualitas udara saat ini berada pada kategori yang tidak sehat,” ujar Yayan.
Ia menjelaskan, salah satu dasar pengambilan kebijakan tersebut adalah hasil pemantauan kualitas udara melalui Air Quality Monitoring System (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muba.
Berdasarkan hasil pemantauan pada 15 September 2026, nilai PM2.5 mencapai 135, yang masuk kategori tidak sehat. Kondisi tersebut juga diiringi peningkatan kasus gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), khususnya di kalangan peserta didik.
“Karena itu, pembelajaran kita alihkan sementara dari PTM menjadi PJJ. Teknisnya bisa dilakukan secara daring maupun luring, disesuaikan dengan situasi dan kemampuan masing-masing satuan pendidikan,” jelasnya.
Yayan menambahkan, kebijakan PJJ tersebut tidak bersifat permanen. Durasi pelaksanaannya akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi kualitas udara dan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).
“Jadi kebijakan ini akan terus dievaluasi. Apabila kondisi udara sudah membaik dan dinyatakan aman berdasarkan hasil pemantauan, maka pelaksanaan pembelajaran akan disesuaikan kembali,” katanya.
Sementara itu, Bupati Muba HM Toha Tohet SH menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan anak-anak sekolah menjadi perhatian utama pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi kabut asap.
Menurutnya, kebijakan PJJ bukan semata-mata perubahan metode pembelajaran, tetapi merupakan bentuk respons pemerintah terhadap situasi lingkungan yang dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.
“Keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi perhatian utama. Penyesuaian pembelajaran ini merupakan langkah antisipatif Pemkab Muba menghadapi kondisi kualitas udara akibat kabut asap,” tegas Toha.

