Peringati Hari Kesaktian Pancasila, BM PAN Palembang Ajak Generasi Muda Tidak Melupakan Sejarah

MONPERA.ID, Palembang – DPD Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Kota Palembang memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan cara merefleksikan kembali sejarah perjuangan bangsa.

Upacara itu dipimpin langsung oleh Ketua BM PAN Kota Palembang, M Djody Nugraha PA, ia menyerukan pentingnya pemuda-pemudi untuk tidak melupakan sejarah (Jasmerah) serta menghargai jasa para pahlawan yang telah mempertahankan ideologi Pancasila dan Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar momentum seremonial saban tahun. Ini adalah ajakan mendalam bagi kita, khususnya generasi muda di Kota Palembang, untuk menengok kembali jejak perjuangan para pahlawan bangsa yang abadi di Museum Monpera ini,” kata Djody usai melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Palembang, Kamis (1/10/2026).

Dalam peringatan ini, BM PAN Kota Palembang turut menggandeng sejumlah tokoh pemuda dan duta inspiratif daerah, di antaranya Duta Sejarah Cek Bagus Palembang Davi Putra Setiawan, Duta Lingkungan Sumsel Delvin Zeva Aryaputra, serta Runner Up Duta Lingkungan Sumsel Daffa Zu Ramadhan.

Ia menegaskan bahwa Museum Monpera merupakan saksi bisu dan simbol gigihnya masyarakat Sumatera Selatan dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, edukasi sejarah harus terus dihidupkan agar nilai-nilai Pancasila tetap meresap dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di era modern.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Kami ingin mengajak seluruh pemuda-pemudi Kota Palembang untuk mengobarkan kembali semangat Jasmerah. Salah satu langkah nyatanya adalah dengan aktif berkunjung ke museum-museum perjuangan seperti Monpera ini,” tambahnya.

Melalui sinergi bersama para duta generasi muda, BM PAN Kota Palembang berharap anak-anak muda Palembang tidak hanya unggul secara akademis dan teknologi, tetapi juga memiliki akar nasionalisme serta kecintaan yang kuat terhadap sejarah tanah air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *