MONPERA.ID,Muba – Suasana hangatan dan kebersamaan mewarnai penutupan ajang Balap Ketek “Pakam Race” se Kabupaten Musi Banyuasin yang diselenggarakan di Desa Bailangu Timur, Kecamatan Sekayu.
Acara budaya dan olahraga tradisional ini berlangsung meriah dengan partisipasi antusias dari puluhan peserta serta ribuan warga lokal yang memadati bantaran Sungai Musi.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Karang Taruna Kecamatan Sekayu berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus melestarikan tradisi lokal balap perahu ketek di wilayah Musi Banyuasin. Ajang ini juga digelar dalam rangka memeriahkan hari jadi daerah Muba Ke 70 serta peringatan Karang Taruna.
Acara penutupan ini dihadiri langsung oleh Bupati Musi Banyuasin, Bapak H. M. Toha Tohet, S.H. Dalam kesempatan tersebut, beliau didampingi oleh Asisten I Setda Muba H. Ardiansyah, S.E., M.M., Ph.D., CMA, Camat Sekayu Edi Heryanto, S.H., M.Si., turut hadir pula para perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Muba, jajaran BUMD Muba, unsur Forkopimda, para Kepala Desa, serta tokoh pemuda dari Karang Taruna Kecamatan Sekayu yang bersama-sama menyukseskan gelaran acara.
Dalam sambutannya, Bupati Musi Banyuasin menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, peserta, dan masyarakat yang telah mendukung kegiatan ini. Sangat-sangat berkesan… Ini merupakan salah satu budaya, tradisi kita,” ujar Bupati di hadapan para warga dan tamu undangan.
Selain menyampaikan apresiasi, Bupati juga memberikan pesan moral mengenai pentingnya menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga nilai-nilai kebersamaan dalam setiap kompetisi.
“Pesan saya kepada yang Juara 1, Juara 2, 3, jangan berbangga hati, jangan membusungkan dada. Itu suatu keberhasilan yang betul-betul didapatkan dari kehendak Tuhan. Yang kalah juga jangan putus asa, terus berlatih, apa yang kurang kita persiapkan tahun depan.
Mudah-mudahan ke depan Bailangu, Lomba Ketek tetap dijaga, kelestarian harus kita junjung tinggi. Yang sangat penting, silaturahmi antara sesama kita,” tambahnya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan ekosistem perairan, acara ini diawali dengan aksi simbolis penaburan 10.000 benih ikan di Sungai Musi. Momen penaburan benih ikan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi para nelayan tradisional serta menjaga keseimbangan biota sungai tempatan.
Persaingan sengit dan adu kecepatan di atas aliran Sungai Musi akhirnya melahirkan para juara terbaik dari dua kategori perlombaan. Pada kelas Bore Up atau Racing, gelar Juara Pertama diraih oleh Udin dari tim Naga Jantan yang berhak membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp5.000.000,-, plakat, serta satu unit mesin bot baru.
Kemudian, posisi Juara Kedua ditempati oleh Dedi dari Bejemo Team dengan hadiah uang pembinaan Rp4.000.000,- beserta plakat dan mesin bot, disusul oleh Budi dari Racing Boat sebagai Juara Ketiga yang memperoleh uang tunai Rp3.000.000,-, plakat, dan mesin bot. Sementara itu, gelar Juara Keempat Bersama diraih oleh Bakau tech dan Four I yang mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp1.500.000,-.
Adapun pada Kelas Standar, Juara Pertama disabet oleh Lop dari tim Naga Jantan dengan apresiasi tunai Rp3.000.000,- dan plakat, Juara Kedua diperoleh Zahari dari Four I yang membawa pulang Rp2.000.000,- beserta plakat, serta Juara Ketiga diraih oleh Ijen dari Team Palestina dengan hadiah uang tunai sebesar Rp1.000.000,-.
Acara puncak ditutup dengan penyerahan piala, plakat, dan uang pembinaan secara langsung oleh Bupati beserta jajaran pejabat daerah kepada para pemenang. Kehadiran jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat semakin menambah keakraban, yang diakhiri dengan sesi foto bersama serta ungkapan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan acara tersebut.

