MONPERA.ID, Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memberikan klarifikasi mengenai penggunaan istilah “enjoy” yang sempat menjadi perhatian publik di Media Sosial.
Pemkot menegaskan bahwa pernyataan tersebut sama sekali tidak mencerminkan sikap acuh, senang, atau menganggap ringan penderitaan warga, melainkan bentuk ketegaran seorang pemimpin dalam menahkodai situasi krisis tanpa kepanikan.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan tidak ada kata “enjoy” dalam arti senang ketika warga sedang mengalami kesulitan.
“Seorang pemimpin harus tetap tenang, sehat, dan fokus agar dapat bertindak cepat, berpikir jernih, serta menghadirkan solusi yang terukur untuk melindungi masyarakat,” kata Dewa, Selasa (6/10/2026).
Diketahui, komitmen penanggulangan bencana asap dibuktikan dengan aksi maraton di lapangan. Pada Minggu malam (4/10/2026), Wali Kota Palembang memimpin langsung upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Talang Jambe, perbatasan Palembang–Banyuasin.
Meskipun titik api berada di luar wilayah administratif, Pemkot tetap mengerahkan armada Damkarmat dan BPBD karena dampak asap tidak mengenal batas wilayah.
Pada malam yang sama, peninjauan dan penyaluran bantuan air bersih tangki juga dilakukan bagi masyarakat terdampak kemarau panjang di wilayah Plaju Darat.
Sebagai bentuk langkah konkret penanganan dampak lingkungan dan kesehatan.
“Seluruh Puskesmas dan fasilitas kesehatan disiagakan 24 jam untuk penanganan ISPA dengan dukungan distribusi masker gratis bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia,” katanya.
Di bidang pendidikan, kebijakan penyesuaian jam dan kegiatan belajar mengajar diberlakukan secara fleksibel untuk meminimalkan paparan polusi udara.
Pemkot juga tengah menyiapkan penegakan regulasi tegas melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait sanksi bagi pemilik lahan yang menelantarkan lahannya hingga memicu titik api.
Melalui berbagai langkah ini, Pemkot Palembang mengajak seluruh insan pers dan elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dan menyajikan informasi yang utuh guna mengatasi dampak bencana krisis iklim bersama-sama.

