MONPERA.ID, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prospek cuaca mingguan untuk periode 2 hingga 8 Januari 2026 dengan peringatan khusus mengenai potensi peningkatan cuaca signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
Kondisi ini dipicu oleh perpaduan beberapa dinamika atmosfer, termasuk penguatan Siklon Tropis IGGY di Samudra Hindia selatan Jawa yang bergerak menjauhi Indonesia namun tetap memberikan dampak tidak langsung berupa hujan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang.
Selain itu, aktifnya fenomena La NiƱa lemah, seruakan dingin dari Asia, serta gelombang atmosfer seperti MJO, Kelvin, dan Rossby Ekuator turut memperkuat pertumbuhan awan konvektif secara luas.
Pada periode awal, yakni 2 hingga 4 Januari 2026, BMKG menetapkan status siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta sebagian besar Kalimantan.
Sementara itu, potensi angin kencang perlu diwaspadai oleh masyarakat di Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga wilayah Jawa.
Memasuki periode 5 hingga 8 Januari 2026, konsentrasi hujan lebat diprediksi bergeser ke wilayah Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua Pegunungan, dengan potensi angin kencang yang masih membayangi Aceh, Kepulauan Riau, dan Maluku.
Selain curah hujan, kondisi perairan juga mengalami peningkatan risiko dengan gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter di Samudra Hindia barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, hingga selatan NTT.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi dan lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas transportasi maupun wisata luar ruang.
Untuk memudahkan mobilitas selama masa libur awal tahun, masyarakat disarankan memanfaatkan layanan Digital Weather for Traffic (DWT) melalui aplikasi Info BMKG guna memantau kondisi cuaca secara real-time di sepanjang rute perjalanan.

