Cybermedia sebagai Dakwah di Era Teknologi Komunikasi

Oleh :Muhamad Afdoli Ramadoni,S.Sos.,M.Sos.,CPS
Dosen Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang

Era globalisasi saat ini telah membawa kemajuan yang sangat pesat, terutama di bidang teknologi dan informasi.

Berbagai media komunikasi saling bersaing memberikan informasi tanpa batas, memicu revolusi yang melahirkan peradaban baru dan mempermudah interaksi antar manusia.

Kehadiran media massa, baik cetak maupun elektronik seperti internet, telah memberikan pengaruh yang luas dalam kehidupan modern.
Informasi kini dapat diterima masyarakat dalam waktu singkat.

Namun, perkembangan ini juga membawa dampak langsung terhadap perubahan budaya serta etika. Media massa memiliki kekuatan besar untuk mengendalikan pola pikir, gaya hidup, hingga aktivitas manusia.

Oleh karena itu, mereka yang mampu menyiapkan diri untuk masa depan adalah pihak yang akan keluar sebagai pemenang dalam arus globalisasi ini.

Teknologi informasi telah membuka mata dunia akan adanya interaksi dan jaringan baru tanpa batas. Internet secara nyata mengubah pola interaksi masyarakat dan memberikan kontribusi besar bagi kemanusiaan.

Sebagai sistem komunikasi global, internet menunjang efektivitas komunikasi, publikasi, serta pencarian informasi secara mudah, murah, kapan pun, dan di mana pun.

Fenomena ini merupakan peradaban baru yang tidak dapat dihindari oleh masyarakat informasi masa kini.

Kemajuan teknologi ini turut membawa dampak positif bagi penyebarluasan ajaran Islam. Berdasarkan teori media convergence, telah terjadi perubahan kultur komunikasi masyarakat.

Dalam konteks dakwah, seorang Da’i tidak lagi terikat pada media tunggal seperti mimbar atau majelis taklim. Dakwah kini bergerak menuju ekosistem multi saluran, mulai dari YouTube, Instagram, podcast, hingga aplikasi pesan instan.
Hal ini menciptakan demokratisasi konten di mana audiens bukan lagi penerima pasif, melainkan partisipan aktif yang bisa berperan sebagai produser dakwah.

Cybermedia telah mengubah dakwah dari praktik konvensional menjadi komunikasi jaringan yang interaktif dan viral. Dakwah digital bukan sekadar adaptasi teknologi, melainkan perubahan cara masyarakat memahami dan memproduksi makna keagamaan.

Melihat perkembangan ini, cara berdakwah pun harus berevolusi. Dakwah tidak lagi cukup dilakukan di tempat-tempat formal seperti masjid atau sekolah, tetapi harus memanfaatkan website, jejaring sosial, dan video sharing agar lebih efektif dan menjangkau khalayak yang lebih luas.

Pemanfaatan cybermedia dalam syiar Islam adalah inovasi yang sekaligus menjadi tantangan. Para Da’i dituntut untuk meningkatkan literasi digital, kemampuan komunikasi interaktif, serta etika bermedia. Institusi dakwah harus memandang dunia digital sebagai ruang strategis untuk pemberdayaan umat.

Umat Islam harus mampu menguasai teknologi ini, karena kekuatan internet adalah modal potensial yang luar biasa untuk dakwah di era modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *