Hadiri HUT ke 53 PDI Perjuangan, Ahmadi : Kebenaran Akan Menang

MONPERA.ID, Jakarta – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Muba, sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Muba Ahmadi Dausat, mengatakan, peringatan HUT ke 53 PDI Perjuangan menjadi momentum konsolidasi ideologis dan penguatan kerja kerakyatan di tengah tantangan politik, ekonomi, dan geopolitik. Rakernas I sekaligus pembukaan HUT ke 53 menegaskan posisi PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang yang kritis dan bekerja nyata bersama rakyat.

Ahmadi menegaskan, Rakernas I PDI Perjuangan (PDIP) diproyeksikan sebagai forum strategis untuk memperkuat soliditas kader serta merumuskan sikap politik partai atas berbagai isu nasional dan global.

Agenda ini juga menguatkan kerja-kerja kemanusiaan melalui gotong royong kader, termasuk respon cepat bencana di Aceh, Sumbar, Sumut, Sulut, Jabar, dan wilayah terdampak lainnya.

“Rakernas I bukan agenda rutin, melainkan penegasan konsolidasi PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang yang kritis dengan kerja nyata di tengah rakyat, sekaligus meneguhkan semangat juang memuliakan kemanusiaan dan keadilan,” tegas Ahmadi Dausat, Senin (12/1/2026).

Menurutnya, tema Satyam Eva Jayate (Hanya Kebenaran yang Akan Menang) menjadi pijakan moral dengan standar kebenaran ideologi Pancasila berlandaskan spirit 1 Juni 1945. Bagi generasi muda, tema ini menjadi pesan etika di ruang digital untuk berani bersuara kritis dan menempuh jalan yang berpihak pada kebenaran.

“Satyam Eva Jayate adalah perisai moral dengan standar kebenaran ideologi Pancasila. Bagi pemuda, ini pesan untuk berani berbicara kritis dan memperjuangkan kebenaran serta keadilan,” tandasnya.

Anggota DPRD Kabupaten Muba 4 periode ini menambahkan, Rakernas I juga membahas sikap politik partai atas persoalan geopolitik, krisis ekologis, ekonomi, korupsi, penegakan hukum, hingga program internal.

“Sikap PDIP jelas sebagai penyeimbang. Pesan ibu ketum yang paling utama adalah kebenaran akan selalu menang meski sering hadir terlambat, mencakup ideologi, hukum, moral, etika, dan suara rakyat,” pungkasnya.