MONPERA.ID, Palembang – Kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil.Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendapat dukungan dari DPRD Sumsel. Langkah ini dinilai efektif dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah potensi tekanan energi global.
Anggota Komisi V DPRD Sumsel, M. Toha, menyebut penerapan WFH, khususnya setiap hari Jumat, berpotensi menghemat penggunaan BBM hingga 18 persen di wilayah Sumsel.
“Kalau diterapkan secara efektif, kita perkirakan bisa menghemat BBM sekitar 18 persen. Ini langkah strategis di tengah situasi global yang belum stabil,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Menurut Toha, kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada efisiensi energi, tetapi juga menjadi bentuk antisipasi pemerintah daerah dalam menghadapi kemungkinan krisis energi ke depan.
Ia menilai, pengurangan mobilitas ASN melalui WFH akan berdampak langsung pada penurunan konsumsi BBM harian, terutama di sektor transportasi.
Meski demikian, Toha mengingatkan agar penerapan WFH tetap memperhatikan kualitas pelayanan publik. Ia menegaskan, efisiensi tidak boleh mengorbankan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
“WFH silakan diterapkan, tapi pelayanan publik harus tetap berjalan optimal. Jangan sampai masyarakat dirugikan,” tegas politisi PKS tersebut.
Selain itu, ia juga menilai kebijakan ini sejalan dengan keputusan pemerintah pusat yang belum menaikkan harga BBM bersubsidi per 1 April 2026.
Dengan stok yang dinilai masih aman, langkah penghematan dinilai sebagai upaya preventif agar ketahanan energi tetap terjaga.
DPRD Sumsel pun mendorong agar Pemprov segera menyusun skema teknis pelaksanaan WFH secara matang, termasuk pengaturan pembagian kerja antara ASN yang bekerja dari rumah dan dari kantor.
“Harus ada aturan yang jelas supaya pelaksanaannya tidak menimbulkan kebingungan di lapangan,” katanya.

