MONPERA.ID, Palembang – Mentari mulai condong ke ufuk barat di Jalan M. Isa, namun arus petakziah tak kunjung surut menuju Graha Dakwah Al Halim, di Jalan M Isa, Senin (26/1/2026), tepat lima hari, sosok dermawan sang ahli sedekah Haji Halim, berpulang ke Rahmatullah.
Meski raga telah tiada, gema doa dan lantunan ayat suci Al-Qur’an seolah menghidupkan kembali semangat kedermawanan yang selama ini melekat pada sosok almarhum.
Sejak pukul 17.00 WIB, suasana khidmat mulai terasa saat para hafiz Al-Qur’an memulai prosesi khataman. Suara merdu ayat-ayat Allah menyelinap di antara pelayat yang datang dari berbagai penjuru.
Di tengah petakziah yang hadir, sosok putra almarhum yakni Kms H M Umar Halim tampak tegar meski gurat kesedihan mendalam tak mampu disembunyikan dari wajahnya.
Sebagai putra yang kini memikul estafet perjuangan syiar Islam sang ayah, Umar Halim mengungkapkan rasa syukur sekaligus kehilangan yang luar biasa.
“Ayahanda kami telah pergi menghadap Sang Khalik pada Kamis, 22 Januari 2026 di RS Siti Fatimah Az-Zahra Palembang. Namun melihat kehadiran Bapak, Ibu, dan para alim ulama di sini, kami merasa tidak sendirian. Kehadiran mereka adalah pelipur lara bagi kami,” ungkap Umar Halim usai takziah malam ke 5, Senin (26/1/2026) malam.
Umar mengatakan, mewakili keluarga besarnya, memberikan apresiasi tinggi kepada para hafiz yang telah menghibahkan waktu dan suaranya untuk menghatamkan Al-Qur’an bagi almarhum. Bagi Umar, doa dan Al-Qur’an adalah hadiah terindah yang bisa diberikan untuk sang ayah saat ini.
Menurutnya, bagi keluarga besar almarhum Haji Halim, pengabdian kepada sang ayah tidak berhenti saat pemakaman usai. Umar menegaskan bahwa pintu Graha Dakwah Al Halim akan terus terbuka bagi siapa saja yang ingin mengirimkan doa.
“Insyaallah, takziah dan khatam Al-Qur’an ini akan tetap kami laksanakan hingga hari ke-40. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah ayahanda menuju haribaan-Nya diiringi dengan doa-doa terbaik dan syafaat dari Al-Qur’an,” tambahnya dengan penuh haru.
Sementara itu, dibincangi usai mengisi tauziah, Al Ustadz DR. Rosidin Hasan menyampaikan pesan kepada jamaah petakziah bahwa kematian adalah hal pasti. Namun, warisan kebaikan Haji Halim akan terus dikenang dan harus diteruskan.
“Kita mendoakan agar keluarga besar, khususnya kakanda Kms. H. M. Umar Halim, senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan. Menjadi kuat bukan berarti tidak menangis, tapi menjadi kuat adalah mampu memeluk ketentuan Allah dengan ikhlas,” katanya.
Berdasarkan pantauan, kegiatan dakwah terus dilaksanakan hingga pukul 21.15 WIB. Graha Dakwah Al Halim menjadi saksi bisu betapa besarnya cinta masyarakat kepada almarhum.

