Lampu Jalan di Palembang Banyak Padam, Dishub Alokasikan Rp140 Miliar

MONPERA.ID, Palembang – Persoalan padamnya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) masih menjadi keluhan utama warga Kota Palembang hingga saat ini. Dinas Perhubungan Kota Palembang mencatat bahwa setiap harinya terdapat tidak kurang dari 100 titik pengaduan mengenai lampu jalan yang mati.

Dari jumlah laporan tersebut, tim di lapangan rata-rata hanya mampu menindaklanjuti sekitar 40 titik per hari, sementara sisanya dikerjakan secara bertahap pada hari berikutnya sesuai dengan tingkat kerusakan yang ditemukan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Agus Supriyanto ATD MM, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan sembilan koordinator lapangan yang bekerja selama 24 jam penuh.

Tim tersebut dibagi ke dalam tiga jadwal kerja, mulai dari pagi hari hingga menjelang subuh, guna memastikan proses perbaikan terus berjalan.

Agus mengakui bahwa tantangan di lapangan cukup besar, namun Dishub berupaya maksimal memanfaatkan sumber daya yang ada untuk merespons keluhan masyarakat.

Tahun ini, Pemerintah Kota Palembang memberikan dukungan anggaran yang jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, yakni mencapai Rp140 miliar.

“Dana tersebut dialokasikan sebesar Rp120 miliar untuk pengadaan dan penggantian lampu PJU konvensional menjadi lampu bertenaga surya atau solar cell. Sementara itu, sisa anggaran sebesar Rp10 miliar difokuskan khusus untuk biaya perawatan dan perbaikan teknis lampu yang sudah ada agar tetap berfungsi optimal,” ujar Agus Kamis (19/2/2026)

Selain kendala teknis, Agus mengungkapkan bahwa faktor non-teknis seperti aksi pencurian komponen lampu menjadi penyebab utama padamnya PJU di beberapa titik strategis.

Kasus pencurian kabel dan komponen lampu kerap terjadi di wilayah Gandus, Tanjung Barangan, hingga jalan HM Noerdin Pandji. Lokasi yang mengalami dampak terparah adalah Jembatan Musi VI, di mana aksi pencurian kabel sering kali membuat area jembatan menjadi gelap gulita.