Pemkab Banyuasin dan UKB Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan

MONPERA.ID, Banyuasin – Pemerintah Kabupaten Banyuasin memperkuat komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Kader Bangsa (UKB) Palembang.

MoU ini dipimpin langsung oleh Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., bersama Rektor UKB, Dr. dr. Fika Minata Wathan, S.K.M., M.Kes., bertepatan dengan perayaan HUT ke-24 Kabupaten Banyuasin di Pangkalan Balai pada Jumat (10/4/2026).

Sinergi ini dirancang untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi aparatur daerah dan masyarakat umum, sekaligus mengoptimalkan riset aplikatif guna mendukung percepatan pembangunan di Bumi Sedulang Setudung.

“MoU Pemkab Banyuasin dengan Universitas Kader Bangsa ini saya harap bisa berkelanjutan, untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa khususnya di Kabupaten Banyuasin. Harapan saya, UKB dapat melanjutkan perannya menghadirkan generasi cemerlang di masa depan,” kata Askolani.

Sebelum penandatanganan MoU, audiensi telah digelar pada Selasa (7/4/2026) di ruang kerja Sekretaris Daerah Banyuasin. Pertemuan tersebut mempertemukan jajaran pimpinan UKB Palembang dengan Sekretaris Daerah Banyuasin, Erwin Ibrahim. Diskusi yang berlangsung membahas peluang kolaborasi lintas sektor, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengembangan inovasi berbasis riset.

Wakil Rektor III UKB Palembang, Dr Ilham Djaya, MH menjelaskan bahwa fokus kerja sama ini adalah memperluas akses pendidikan bagi aparatur daerah.

“UKB menawarkan berbagai kemudahan, termasuk keringanan biaya pendidikan bagi instansi yang mengirimkan pegawainya secara kolektif. Hal ini menjadi solusi konkret untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja di Banyuasin,” kata Ilham.

Selain pendidikan formal, sambung Ilham, kerja sama ini juga mencakup bidang penelitian dan pengembangan (litbang). Potensi serta data yang dimiliki daerah akan diolah menjadi riset ilmiah yang aplikatif, sehingga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan.

“Dengan demikian, kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas individu, tetapi juga pada penguatan ekosistem riset di Banyuasin,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin menilai sinergi ini sebagai langkah strategis untuk mencetak tenaga kesehatan dan non kesehatan yang kompeten sekaligus mendorong lahirnya inovasi berbasis riset. Harapannya, hasil penelitian dapat langsung diaplikasikan dalam kebijakan pembangunan daerah.

Melalui kolaborasi yang terencana, kedua pihak optimistis kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah berkelanjutan. UKB sebagai institusi pendidikan tinggi memiliki kapasitas akademik dan pengalaman dalam mencetak tenaga profesional, sementara Pemkab Banyuasin memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas SDM daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *