MONPERA.ID, Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, kini mengintegrasikan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), guna memperkuat ketahanan pangan. Hal itu terungkap saat Sekretaris Daerah Sumsel, Edward Candra, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan GSMP yang berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (20/1/2026).
Rakor yang menjadi momentum krusial, untuk menyatukan visi antar pemangku kepentingan dalam mendukung program prioritas nasional, yaitu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari Bank Indonesia, Bulog, BPS, PT Pusri, Tim Penggerak PKK, organisasi Aisyiyah dan Muslimat NU, serta Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Sumsel.
Sekretaris Daerah Sumatera Selatan, Edward Candra, mengatakan, penguatan GSMP tersebut menjadi tulang punggung bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, hingga pengendalian inflasi di Sumatera Selatan.
“Program GSMP memiliki pondasi yang kuat karena telah lama hadir di tengah masyarakat melalui berbagai inisiasi seperti GSMP Goes to School, Goes to Office, Goes to Panti Sosial, hingga program pemberdayaan desa. Kini, kita dorong agar GSMP mengambil peran vital dalam menyuplai kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis,” katanya.
Dimana, keterlibatan aktif dalam program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), merupakan bentuk dukungan nyata Sumatera Selatan terhadap instruksi Presiden Republik Indonesia (RI).
“Kita harus pastikan program ini berjalan cepat dan tepat sasaran di wilayah Sumsel melalui kolaborasi lintas sektor,” tegasnya.
Selain itu, rapat tersebut salah satu poin utama, untuk keberlanjutan terhadap pasokan. Untuk itu, menginstruksikan koordinator KPPG Sumatera Selatan dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawah koordinasi Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, untuk memastikan seluruh bahan pangan untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berasal dari petani lokal dan pelaku UMKM di Sumsel.
“Semangatnya adalah membangun dari desa sebagaimana tertuang dalam Asta Cita. Kita ingin memastikan dapur-dapur MBG di seluruh Sumsel menyerap hasil bumi lokal. Ini bukan hanya soal gizi, tapi soal stabilitas harga dan kesejahteraan petani kita,” pungkasnya.
Senada diungkapkan, Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Adie Wicaksono. Menurutnya, mendukung penuh terhadap integrasi GSMP dengan Makan Bergizi Gratis.(MBG), karena langkah tersebut sangat relevan dengan upaya BI dalam menjaga stabilitas makroekonomi daerah.
“Bank Indonesia mendukung sepenuhnya penguatan program ini. Komoditas pangan masih menjadi faktor utama penyumbang inflasi. Dengan sistem pasokan yang terjamin melalui GSMP, kita optimis inflasi akan lebih terkendali dan pertumbuhan ekonomi Sumsel akan terus meningkat secara signifikan,” ungkapnya.

