MONPERA.ID, Palembang – Upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mempercepat pembangunan empat Flyover di Kabupaten Muara Enim, sudah tidak diragukan lagi. Hal ini dibuktikan dengan melalui penyusunan program kerja Tim Percepatan Pembangunan Flyover pada perlintasan sebidang yang dipimpin Sekretaris Daerah Sumsel Edward Candra di Ruang Bina Praja, Jum’at (6/3/2026).
Sekretaris Daerah Sumatera Selatan Edward Candra mengatakan, selain percepatan kerja dari tim yang telah dibentuk, tetapi juga menyusun rencana program dan skema pendanaan untuk memastikan percepatan teknis pembangunan flyover perlintasan agar dapat berjalan lebih terkoordinasi.
“Saya disini sebagai Ketua Tim percepatan, maka mengkoordinasikan semua pihak terkait supaya program pembangunan flyover ini bisa berjalan sesuai rencana,” katanya.
Dimana, koordinasi tersebut sudah dilakukan bersama dengan beberapa pihak termasuk juga dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Selatan serta Pemerintah Kabupaten daerah, guna memastikan kesiapan daerah dalam mendukung pelaksanaan pembangunan.
“Proses koordinasi sudah kita lakukan beberapa kali. Kita sudah bertemu, termasuk dengan BPKP Sumsel untuk memfasilitasi, serta melakukan pertemuan di Muara Enim. Dalam rapat tersebut ada beberapa penegasan terkait pembangunan flyover, baik mengenai pihak yang membangun maupun perencanaan pembangunannya,” tegasnya.
Diberitahukan, hasil rapat terakhir dengan Gubernur Sumatera Selatan, bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menyampaikan kepada Menteri Pekerjaan Umum, terkait dukungan pengadaan lahan untuk pembangunan flyover tersebut.
Sehingga, agenda rapat kali ini difokuskan pada penyusunan program kerja tim percepatan agar seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan terarah dan tepat waktu.
“Agenda hari ini kita menyusun program kerja tim percepatan, sehingga seluruh proses mulai dari perencanaan, pendanaan hingga teknis pembangunan dapat dipastikan berjalan dengan baik dan terkoordinasi,” bebernya.
Adapun, dalam rapat terakhir setidaknya telah disepakati empat rencana pembangunan flyover pada perlintasan sebidang di Kabupaten Muara Enim, upaya mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan di jalur perlintasan kereta api diantaranya.
1. Flyover JPL 99 Belimbing dengan nilai pembangunan sekitar Rp197.931.852.210 akan dibangun oleh PT Bukit Asam Tbk, dengan dukungan regulasi serta pendampingan dari BPKP Provinsi Sumatera Selatan.
2. Flyover JPL 104 Gunung Megang 1 dengan nilai sekitar Rp128.754.943.743 akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum RI, sementara pengadaan lahan didukung oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
3. Flyover JPL 106 Gunung Megang 2 dengan nilai pembangunan sekitar Rp250.702.564.065 akan dibangun melalui konsorsium PT KAI (Persero) bersama APBS (Asosiasi Pengusaha Batubara Sumatera Selatan). Dalam skema ini PT KAI memberikan subsidi sebesar Rp75 miliar, sementara APBS juga mendorong adanya penambahan delapan rangkaian kereta api.
4. Flyover JPL 111 Ujan Mas dengan nilai sekitar Rp124.903.211.915 direncanakan dibangun oleh PT KAI (Persero).
Meski demikian, pihaknya berharap dengan melalui rapat penyusunan program kerja tersebut, dapat segera terealisasi dengan bersinergi, antara pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swasta guna mendukung kelancaran transportasi serta aktivitas ekonomi di wilayah Muara Enim dan sekitarnya, ujarnya.

