MONPERA.ID, Palembang – Lambannya penetapan Direktur Utama (Dirut) dan Direktur Umum dan Keuangan (Dirum) Perumda Tirta Musi Palembang mendapat kritik dari persaudaraan 98 Sumsel.
Pasalnya, semua proses seleksi telah lama selesai dilaksanakan yakni 4 November Tahun 2025 lalu. Namun, sayangnya sampai hari ini belum juga diumumkan siapa yang akan mengisi dua jabatan BUMD yang diketahui selalu surplus tersebut.
Juru bicara Persaudaraan 98 Sumsel, Muhammad Asrul Indrawan, mengatakan, aspek profesionalitas dalam penentuan Dirut dan Dirum Perumda Tirta Musi harusnya menjadi prioritas utama.
“Namun yang kami lihat, proses ini berjalan lambat dan menimbulkan kesan adanya tarik-menarik kepentingan politik,” kata Asrul dalam keterangannya yang diterima media ini, Selasa (2/4/2026).
Ia mempertanyakan komitmen Pemerintah Kota Palembang dalam memastikan proses seleksi berjalan transparan dan bebas intervensi.
“Jika semua tahapan sudah selesai dan nama-nama calon sudah dikirim ke Kementerian Dalam Negeri, mengapa hingga kini belum ada kepastian? Publik berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.
Menurut Asrul, posisi Direksi, terutama jabatan Dirut Perumda Tirta Musi sangat strategis karena berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat yakni, penyediaan air bersih. Karena itu, proses penetapannya tidak boleh berlarut-larut.
“Ini bukan sekadar jabatan administratif, tetapi menyangkut hajat hidup orang banyak. Keterlambatan ini berpotensi menghambat peningkatan pelayanan air bersih di Palembang,” tegasnya.
Berikut tiga nama calon Dirut Perumda Tirta Musi yang telah mengikuti proses seleksi adalah Muhammad Azharuddin, Oka Wiryadi Kurniawan, dan Teddy Andriansyah.
Sementara 3 nama Dirum yang lolos sampai akhir dengan wawancara dengan Wali Kota adalah, Akhmad Mukhlis, Erwin Adyanto dan Ferry Kurniawan

