Gubernur Herman Deru dan Ribuan Jamaah Hadiri Takziah Malam Ke-7 Wafatnya Haji Halim

MONPERA ID, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru bersama ribuan jamaah menghadiri takziah hari ketujuh wafatnya Almarhum Kms H Andul Halim Ali bin Kms Ali yang digelar di Graha Dakwah Al-Halim, Jalan Dr. M. Isa, Palembang, Kamis (29/1/2026) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menyampaikan bahwa malam takziah ini menjadi momen untuk memperingati sekaligus mengenang hari ketujuh dimakamkannya Almarhum. Ia mengenang sosok Almarhum sebagai pribadi yang luar biasa semasa hidupnya.

“Begitu banyak orang yang mendoakan beliau. Ini menjadi bukti bahwa Almarhum sangat dekat dengan berbagai kalangan. Bahkan, tidak sedikit masyarakat non muslim yang turut hadir untuk mendoakan,” ujar Herman Deru.

Menurutnya, hal tersebut mencerminkan keteladanan Almarhum yang dikenal sebagai sosok dermawan dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Ia juga menuturkan bahwa tidak mudah bagi keluarga untuk menjaga citra baik serta nilai-nilai keteladanan yang telah ditinggalkan Almarhum semasa hidupnya.

Gubernur Herman Deru menambahkan, kehadiran masyarakat yang memadati lokasi takziah menunjukkan rasa cinta dan kedekatan masyarakat terhadap Almarhum.

“Semua yang hadir di sini karena merasa dekat. Ramainya masyarakat malam ini menjadi bukti besarnya kecintaan kepada almarhum Abah (Haji Halim),” katanya.

Sementara itu, dalam ceramah agama badah solat Magrib yang disampaikan, Habib Gasim Alkaf mengatakan, setiap manusia pada akhirnya akan kembali ke titik awal keberadaannya. Ia mengingatkan bahwa konsep kehidupan adalah perjalanan dari Allah dan akan kembali kepada Allah SWT.

“Kita akan kembali kepada Allah SWT. Inilah konsep kehidupan kita, datang dari Allah, kembali kepada Allah,” ujar Habib Gasim.

Selain itu, Habib Gasim juga menyoroti bagaimana almarhum Haji Halim telah mempersiapkan “bekal” terbaik selama masa hidupnya. Ia menggambarkan amal ibadah dan kedermawanan almarhum sebagai pakaian yang istimewa saat menghadap Allah SWT.

“Sebaik-baiknya pakaian di hadapan Allah adalah amal saleh yang nyata (Khoirun ‘inda rabbika tsawaban wa amala). Kita semua menjadi saksi bahwa almarhum adalah orang baik. Abah Haji Halim menghadap Allah dengan pakaian istimewanya, yaitu kebaikan-kebaikan yang telah ia tanamkan semasa hidupnya,” pungkas Habib Gasim.

Ditempat yang sama, penceramah agama badah solat Isya, ustadz Hidayatullah HT, dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan tausiah menyentuh yang menekankan bahwa kehadiran jamaah malam ke 7 Wafatnya Haji Halim bukan sekadar perkumpulan biasa, melainkan sebuah misi spiritual untuk mendoakan agar semua amal ibadah almarhum diterima Allah.

“Wafatnya ayahanda kita Haji Halim harus dijadikan pelajaran bagi yang hidup untuk memperkuat bekal akhirat. Kebaikan almarhum dimasa hidup dirasakan banyak orang, ini merupakan bekalnya menghadap Allah, kumpulnya kita dalam kebaikan malam ini, insyaallah menjadi kebaikan pula bagi almarhum di alam kuburnya,” kata Ustadz Hidayatullah.

Terpisah, salah satu petakziah Muslim dari Jakabaring mengatakan, ia sengaja datang dari Jakabaring untuk ikut serta mendoakan almarhum Haji Halim bersama ribuan masyarakat.

“Kami masyarakat biasa, Haji Halim bukan sekadar nama besar, melainkan sosok yang meninggalkan jejak kebaikan yang nyata. Ribuan jamaah yang hadir, yang mendoakannya menjadi bukti bahwa almarhum merupakan pribadi yang dicintai dan dihormati semasa hidupnya,” pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Gubernur Sumsel Herman Deru, Wali Kota Palembang H Ratu Dewa diwakili staf, mewakili Pangdam II Sriwijaya, Brigjen TNI M Fachmi Rizal, Kasrem Kapo Kolonel Andi Agus Wulandari, Dandim 0418 Kolonel Erik Novianto, Kakanwil Bank Mandiri Ade Arief Mukhtar, Kapolrestabes Palembang Kombes Sonny Mahar Budi Adityawan, anggota DPRD Kabupaten kota se Sumsel, politisi, akademisi, Prof Alie Ghanie, dan banyak lagi pejabat lainnya serta ribuan jamaah.

Untuk diketahui, takziah dilaksanakan sejak hari pertama almarhum Haji Halim wafat, yakni pada Kamis 22 Januari 2026 di RS Siti Fatimah Az-Zahra Palembang, hingga malam ke 7, Kamis 29 Januari 2026, Graha Dakwah Al Halim selalu dipadati jamaah untuk bertakziah. Bahkan, setiap hari hingga hari ke 40 dilaksanakan khataman Al-Quran dari hafidz penghafal Al-Quran.