MONPERA.ID, Palembang – Ketua Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (DPW PSI) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Heri Amalindo buka suara, terkait keputusannya bergabung dengan PSI .
Ia dapat mandat memimpin PSI Sumsel, setelah ipar Gubernur Sumsel Herman Deru yaitu Ruslan dianggap tidak mampu membentuk kepengurusan PSI Sumsel.
“Setelah diberi waktu tiga bulan belum kelar, dan diberi perpanjangan juga tidak selesai. Akhirnya pusat menunjuk saya,” katanya, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, pilihannya keluar dari partai sebelumnya PDIP dan bergabung dengan PSI adalah pilihan untuk aktif di dunia berpolitik.
“Artinya gabung ke PSI ini bukan seolah-olah meninggalkan atau loncat pagar, tetapi secara kepartaian kami juga ingin berkembang di PSI. Kalau di PDIP kita ketahui partai besar dan orang yang berkompeten sudah banyak,” kata Heri Amalindo di temui di Sekretariat DPW PSI Sumsel Palembang, Selasa (27/1/2026).
Dengan berada di rumah besar dan orang kompeten yang banyak, hal itu diakui Heri akan menjadi sulit dirinya bersaing, sehingga memilih partai lain.
“Jadi untuk kami bersaing dan berkompetisi disitu mungkin bisa dikatakan tidak bisa lagi atau bukannya tingkatan kami. Sehingga kami berpikir untuk peluang bisa berprestasi dan beraktifitas kepartaian ada di PSI ini,” katanya.
Mantan Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ini sendiri menilai tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal berpartai politik, mengingat dirinya juga baru masuk ke PSI ini beberapa waktu lalu, setelah ditawari pengurus DPP PSI.
“Karena baru, perbedaan itu belum terlalu terlihat. Tetapi artinya setiap partai pasti punya perbedaan dan kelebihan masing-masing partai itu, dan kita bersaing untuk mencapai satu tujuan untuk masyarakat,” katanya.
Ditambahkan Heri, dengan menjadi Ketua DPW PSI ia akan berusaha menjadikan PSI besar di Sumsel, dan bisa mengantarkan kader- kadernya duduk di legislatif ataupun di eksekutif nantinya.
Dimana pihaknya untuk saat ini fokus pada penguatan infrastruktur PSI, hingga tingkat Kelurahan atau Desa yang ada di Sumsel.
“Apa yang disampaikan Ketum kita Kaesang, kalau dari pusat tentunya ia menargetkan untuk DPR RI berapa orang. Nah, kalau kami provinsi karena baru nyusun kepengurusan, kami tahun pertama yaitu penguatan struktur partai dulu, penguatan internal partai struktur dari DPW, DPD Kabupaten kota, DPC hingga ranting- ranting. Setelah ini selesai baru bisa kita berbicara apa yang bisa kita targetkan kedepan,” katanya.
Diterangkan Heri Amalindo, terkait dirinya sebelumnya adalah kader PDIP karena sudah bergabung dengan PSI, maka secara otomatis dirinya telah mundur dan bukan lagi kader PDIP.
“Artinya kemarin kami masih di PDIP dan distruktur baru kita tidak ikut bergabung lagi, makanya saya ke PSI. Kalau saya secara pribadi ibarat sekolah di A tapi kita sekolah di B, maka nama kita sudah tidak terdaftar lagi,” katanya.
Ditambahkan Heri, sebagai orang yang beradab dirinya mengucapkan terimakasih kepada PDIP yang selama ini ikut dibesarkan, dibimbing dan sekolah partai untuk bekal dirinya berpolitik di partai lain.
“Kalau KTA (Kartu Tanda Anggota) masih, dan insyaallah kami kembalikan. Artinya, sama sekolah tadi maka otomatis kartu (KTA) tidak berfungsi lagi yang lama. Dibalikin atau tidak kalau tidak berfungsi kan tidak ada guna lagi, tetapi agar tidak disalahgunakan insyaallah kita kembalikan ,” katanya.
Dilanjutkan Heri, adanya sosok Jokowi sebagai pembina PSI tak dipungkiri jadi salah satu dasar dirinya mau bergabung dengan PSI.
“Memang salah satu daya tariknya gabung PSI adalah pak Jokowi sebagai pembina PSI, tentunya kalau mau masuk sekolah kita melihat dulu Kepala Sekolahnya bagus tidak, terus guru- gurunya bagus tidak. Itu menambah niat kita bergabung dalam PSI, dan figur pastinya parpol harus ada figur (Jokowi) yang merupakan ayah dari Kaesang,” tandasnya.
Dalam kepengurusan baru yang ia pimpin, dirinya menyatakan struktur yang ada (lama) berkolaborasi dengan pengurus yang baru.
“Jadi tidak menutup kemungkinan yang ketua lama masih, ada juga yang baru, mengingat partai PSI partai terbuka yang artinya menerima siapapun boleh ikut gabung ke PSI untuk membesarkannya kedepan. Dan saat ini kepengurusan sudah terbentuk sekitar 80 persen, sedangkan sisanya tinggal menunggu SK saja, seperti Empat Lawang dan Muara Enim,” pungkasnya.

