MONPERA.ID, Muba – Satu tahun selama kepemimpinan Bupati H.M Toha bersama Wakil Bupati Musi Banyuasin Rohman, penuh terobosan dengan berhasil menurunkan angka kemiskinan dan mendorong UMKM di Kabupaten Musi Banyuasin.
Kepemimpinan Toha dan Rohman tergolong historis. Keduanya dilantik langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, menandai babak baru pemerintahan Kabupaten Musi Banyuasin.
“Alhamdulillah, satu tahun ini kami fokus membenahi fondasi. Stabilitas fiskal kami jaga, pelayanan publik kami perkuat, dan program pengentasan kemiskinan kami percepat. Target kami jelas, Muba harus maju lebih cepat dan masyarakatnya semakin sejahtera,” kata Bupati H.M Toha, Jumat (20/2/2026).
Pada awal masa kepemimpinannya, Pemkab Muba mengambil langkah berani dengan melunasi utang daerah sekitar Rp350 miliar.
“Pelunasan utang bukan sekadar angka, tetapi strategi menjaga ruang fiskal agar pembangunan ke depan lebih leluasa dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dimana, langkah tersebut diambil melalui pengelolaan keuangan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Dengan kondisi fiskal yang lebih sehat, kapasitas pembiayaan program prioritas menjadi lebih kuat, terutama di tengah penurunan transfer dana dari pusat.
Dampaknya mulai terlihat. Angka kemiskinan di Muba turun dari 12,88 persen menjadi 9,97 persen pada 2025.
Di sektor birokrasi, Pemkab Muba memperkuat manajemen ASN. Sepanjang 2025, sebanyak 151 CPNS dan 2.838 PPPK dilantik. Disusul PPPK formasi 2024 periode kedua sebanyak 2.563 orang. Penataan tenaga honorer juga diarahkan melalui skema PPPK paruh waktu.
“Pelayanan publik yang baik dimulai dari ASN yang profesional. Karena itu penguatan birokrasi menjadi prioritas,” tegasnya.
Selain itu, tranformasi layanan publik juga turut dipercepat, melalui Disdukcapil dengan menampilkan program PADUKA ANTAT MUBA, yakni layanan antar dokumen kependudukan gratis langsung ke rumah warga. Selain itu, Mall Pelayanan Publik (MPP) kini beroperasi sebagai pusat layanan perizinan dan non perizinan terpadu satu pintu.
“Ini komitmen kami memangkas birokrasi berbelit dan mendekatkan layanan ke masyarakat,” bebernya.
Kemudian di sektor kesehatan yakni program BASANAK digulirkan untuk menekan angka stunting melalui pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita. Selanjutnya, di bidang pendidikan, beasiswa bagi keluarga kurang mampu hingga jenjang sarjana terus disalurkan, termasuk Beasiswa Tahfidz. Pemkab juga memberikan insentif bagi guru mengaji, guru PAUD, ustadz dan ustadzah, serta meluncurkan program seragam sekolah gratis pada 24 Desember 2025.
Di bidang olahraga, Muba sukses menjadi tuan rumah Porprov-Peparprov Sumsel 2025 dan keluar sebagai juara umum. Event tersebut tak hanya mengukir prestasi, tetapi juga menggeliatkan ekonomi kerakyatan.
Ditambahkan, Kepala Bappeda Muba, Mursalin, mengungkapkan bahwa penguatan ekonomi masyarakat dilakukan melalui bantuan modal UMKM, pembentukan wirausaha muda, pelatihan tenaga kerja, hingga dukungan sektor pertanian dan perikanan seperti pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) serta bantuan sarana produksi.
Salah satu program unggulan adalah Program Keluarga Maju (PKM) yang diluncurkan pada 18 Desember 2025. Pada tahap awal, keluarga penerima manfaat mendapatkan dana transfer langsung ke rekening kepala keluarga sebagai modal usaha produktif melalui Bank Sumsel Babel.
“PKM dirancang sebagai intervensi berbasis keluarga produktif. Jadi bukan sekadar bantuan konsumtif, tapi mendorong kemandirian ekonomi,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkab menyalurkan santunan kematian Rp3 juta, bantuan tunai fakir miskin, optimalisasi zakat melalui BAZNAS, serta insentif bagi 674 marbot masjid.
Sebanyak 75 desa pada tahap awal 2025 juga menerima bantuan mobil operasional guna memperkuat pelayanan sosial desa. Program tersebut akan direalisasikan bertahap melalui APBD.
Memasuki 2026, Pemkab Muba tetap memprioritaskan penguatan PKM, digitalisasi UMKM melalui Klinik Usaha, serta pelatihan vokasi sesuai kebutuhan pasar kerja.
Di tengah keterbatasan anggaran akibat penurunan transfer pusat, pembangunan infrastruktur sentra produksi tetap berjalan, mulai dari jalan usaha tani, irigasi, embung hingga tambak.
Pendanaan non-APBD juga dioptimalkan melalui forum CSR serta sinergi dengan Pemprov dan dukungan APBN.
“Arah pembangunan 2026 difokuskan pada penguatan pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal. Satu tahun ini adalah fondasi. Tantangan ke depan lebih kompleks, tetapi dengan kolaborasi eksekutif, legislatif, dunia usaha, dan masyarakat, Pemkab Muba optimistis Muba semakin berdaya saing,” pungkasnya.

