MONPERA.ID,Muba – Wakil Bupati Musi Banyuasin, dengan tegas meminta kepada peserta Juru Sembelih Halal (Juleha), agar dapat memahami dengan namanya fiqih dan bagaimana kondisi herman yang akan di kurbankan menjelang hari raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Hal itu dikatakannya saat menghadiri pembukaan Pengurus Daerah Juru Sembelih Halal (Juleha) dan Manajemen Kurban Kabupaten Muba di Gedung Pusat Belajar Guru PBG, Muba, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, disisi lain mengapresiasi atas inisiasi pelatihan tersebut karena telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat penting dan bermanfaat dalam berkurban dalam rangka hari raya Idul Adha 1747 Hijriah.
“Saya atas nama Pemkab Muba memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada Pengurus Daerah dan 127 JULEHA Kabupaten Muba,” tegasnya.
Karena, pelatihan tersebut bukan sebatas teknis bagaimana cara menyembelih hewan. Tetapi, merupakan bagian dari upaya menjaga syariat Islam, menjamin kehalalan produk pangan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya menjelang pelaksanaan ibadah kurban, bebernya.
Selain itu, menekankan juga sebagai seorang juru sembelih mempunyai tanggung jawab besar karena harus memahami tata cara penyembelihan sesuai syariat islam, memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan hewan, keamanan pangan, dan manajemen pelaksanaan kurban agar dapat berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan.
Sehingga, melalui pelatihan tersebut para Juleha diharapkan dapat meningkatkan kompetensi,pengetahuan, serta keterampilan yang mampu menjadi juru sembelih halal profesional,amanah dan memiliki sertifikasi yang diakui.
“Pastinya Pemkab Muba mendukung penuh berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya yang berkaitan dengan penguatan nilai-nilai keagamaan dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Sementara, Ketua JULEHA Muba Imam Taufiq Ha mengungkapkan, kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Al Quran dan Hadis tentang penyembelihan hewan halal, Undang-undang tentang Jaminan Produk Halal, program kerja Pengurus Daerah Juleha Kabupaten Muba, serta sebagai persiapan pelaksanaan ibadah kurban Tahun 1447 H atau 2026 M, katanya.
Imam menyebut tujuan utama pelatihan adalah meningkatkan profesionalisme. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan profesionalisme juru sembelih halal serta meningkatkan kualitas manajemen pelaksanaan kurban di masjid-masjid dalam wilayah Kabupaten Muba.
“Adapun peserta pelatihan terdiri dari pengurus masjid, panitia kurban, calon juru sembelih halal, dan masyarakat umum sebanyak 127 orang. Dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Muba diantaranya, kecamatan Sekayu, Jirak Jaya, Sanga Desa, Plakat Tinggi, Lawang Wetan, Babat Toman, Sungai Keruh, Sungai Lilin. Materi pelatihan ini meliputi, tentang fiqih sembelih halal, kesehatan dan kesejahteraan hewan, standar juru sembelih halal, teknik penyembelihan, manajemen kurban, diskusi, serta praktik langsung pada pukul 20.00 di TPH Bapak Haji Herman Munir,” bebernya.
Turut hadir, Ketua Baznas Muba Muhammad Jaya, Kaban Kesbangpol Muba M.Thabrani Rizki, Camat Sekayu Edi Heryanto, beserta Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Muba yang terkait.

