MONPERA.ID, Palembang – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang resmi menambah daya tampung sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di wilayahnya sebanyak 2.000 kursi.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan jumlah lulusan sekolah dasar (SD) yang akan melanjutkan pendidikan pada tahun ajaran baru 2026–2027.
Sekretaris Disdik Kota Palembang, H Heru Hermawan, menjelaskan bahwa kebijakan ini ditempuh guna memastikan seluruh lulusan SD mendapatkan kesempatan yang setara untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Menurutnya, penambahan daya tampung ini sangat krusial agar peningkatan jumlah lulusan yang beralih ke jenjang SMP dapat terakomodasi dengan baik.
“Kebijakan tersebut ditempuh guna memastikan seluruh lulusan SD mendapatkan kesempatan yang setara untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Heru Hermawan.
“Penambahan ini guna mengantisipasi meningkatnya jumlah lulusan SD yang melanjutkan ke SMP. Sehingga seluruhnya dapat terakomodasi dengan baik,”ujarnya.
Berdasarkan data yang dimiliki oleh Disdik Kota Palembang, total jumlah lulusan tingkat SMP (baik negeri maupun swasta) tercatat mencapai 28.844 siswa. Sementara itu, angka lulusan SD berada di angka 28.695 orang.
Melihat adanya selisih angka tersebut, pihak Disdik menilai penambahan kapasitas ini sangat mendesak demi menjaga keseimbangan daya tampung sekolah di wilayah Palembang.
“Dengan selisih jumlah tersebut, penambahan kapasitas dianggap sangat penting untuk menjaga keseimbangan daya tampung sekolah di wilayah ini,” katanya.
Melalui kebijakan penambahan 2.000 kursi baru ini, total kapasitas daya tampung SMP negeri di Kota Palembang yang sebelumnya hanya berkisar di angka 19 ribu kini meningkat menjadi 21 ribu kursi.
Heru menegaskan bahwa perluasan kuota ini menjadi langkah penting untuk meminimalkan ketimpangan kapasitas sekolah sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi para lulusan SD di Palembang untuk dapat mengenyam pendidikan di SMP negeri.

