MONPERA.ID, Palembang – Wali Kota Palembang H Ratu Dewa menegaskan terus mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) agar giat menggali seluruh potensi pendapatan yang ada di Kota Palembang. Kajian dan langkah-langkah optimis harus dikedepankan guna memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD).
Hal tersebut diungkapkannya, saat dibincangi dirumah Dinas Wali Kota, Selasa (27/10/2026).
Ditanya mengenai masih minimnya realisasi PAD, mantan Sekda Palembang ini mengatakan, bahwa pihaknya akan segera melakukan pengecekan dan evaluasi secara menyeluruh.
“Saya belum mendapatkan laporan secara komprehensif ya, dari berbagai sektor apa saja yang memang capaiannya rendah. Nanti saya cek,” kata Dewa.
Saat disinggung apakah akan ada evaluasi di jajaran Bapenda Palembang, Dewa menjawab, ia akan mempelajarinya terlebih dahulu.
“Lihat nanti, saya minta laporan dulu,” kata Dewa.
Diketahui, berdasarkan data yang diterima media ini, hingga 26 Oktober 2026, realisasi PAD kota Palembang baru tercapai Rp1.370.783.749.425,00 atau sekitar 69,80 persen, dari target yang ditetapkan pada tahun 2026 yakni sebesar Rp Rp1.963.953.000.000,00.
Dari data laporan tersebut, beberapa sektor pajak mencatatkan capaian yang bervariasi. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) menjadi salah satu penyumbang tertinggi dengan realisasi mencapai 93,95 persen atau senilai Rp244.259.984.015,00 dari target Rp260 miliar.
Selain itu, PBJT atas Makanan dan/atau Minuman tercatat sebesar 85,50 persen, dan PBJT atas Jasa Perhotelan mencapai 85,16 persen.
Di sisi lain, terdapat beberapa sektor pajak yang realisasinya masih sangat rendah, seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang tercatat di angka 49,90 persen, Pajak Reklame di angka 43,91 persen, serta Opsen BBN KB sebesar 50,73 persen.

