MONPERA.ID, Muba – Banjir yang merendam warga Dusun 3, Desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin. Kini mendapat perhatian serius oleh Bupati Musi Banyuasin H.M Toha, dengan memberikan bantuan langsung ke rumah warga guna memastikan bantuan tepat sasaran.
Camat Bayung Lencir Zukar mengatakan, banjir tersebut karena oleh derasnya hujan yang mengakibatkan Sungai Air Bsrau dan Sungai Selaro meluap hingga ke wilayah hulu, sehingga merendam jalan setinggi paha orang dewasa.
Selain itu, banjir juga membuat mobilitas warga lumpuh termasuk distribusi logistik bahkan lahan pertanian milik warga terancam gagal panen.
“Kami tidak ingin warga menunggu. Begitu akses terputus, bantuan harus sampai hari itu juga, ini juga merupakan instruksi langsung dari Bapak Bupati H.M Toha,” katanya saat di lokasi.
Ia mengatakan, langkah cepat ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah kecamatan, kelurahan, desa, hingga pihak perusahaan PT Marga Bara Jaya (MBJ) bersama kontraktor CRBC Norinco Intl KS.
“Sinergi ini menjadi kunci dalam menjangkau warga yang sepenuhnya terisolasi akibat banjir,” urainya.
Menanggapi itu, Bupati Musi Banyuasin, H.M Toha menegaskan, bahwa keselamatan dan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan bencana di wilayahnya. Ia mengapresiasi gerak cepat semua pihak yang turun langsung membantu warga.
“Dalam kondisi seperti ini, negara harus hadir. Kami memastikan masyarakat tidak dibiarkan menghadapi bencana sendiri. Penanganan harus cepat, tepat, dan menyentuh langsung kebutuhan warga,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, Pemkab Muba akan terus melakukan pemantauan dan pendampingan hingga kondisi benar-benar pulih, termasuk mengantisipasi dampak lanjutan terhadap ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian.
Sementara itu, Kepala Desa Simpang Bayat, Patur Rohman, menyebut kondisi warga saat banjir sangat memprihatinkan karena tidak dapat keluar masuk wilayah sama sekali. Ia mengapresiasi bantuan yang dinilai tepat waktu dan tepat sasaran.
“Warga benar-benar terisolasi. Bantuan yang langsung diantar ke rumah sangat membantu kami dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.
Di sisi lain, banjir juga berdampak pada aktivitas industri. Jalan proyek hauling batubara milik PT MBJ ikut terendam, memaksa seluruh operasional dihentikan sementara. Namun, perusahaan menegaskan bahwa keselamatan dan kebutuhan warga menjadi prioritas utama di atas kepentingan operasional.
“Pekerjaan bisa ditunda, tapi kebutuhan warga tidak bisa menunggu,” ujar perwakilan perusahaan.
Hingga saat ini, kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut meski akses jalan masih belum dapat dilalui kendaraan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun pendampingan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan pemulihan aktivitas warga berjalan optimal.

