MONPERA.ID,Palembang – Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan, kini kembali memperkuat perekonomian dan literasi keluarga dengan menggelar pelatihan kapasitas Kader Pokja II se Sumsel yang berlangsung di Hotel Emilia Palembang, Kamis (6/8/2026).
Pelatihan kapasitas Kader Pokja II dihadiri oleh Staf Ahli TP PKK Sumsel Lidyawati Cik Ujang mewakili Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan Feby Herman Deru
Staf Ahli Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan Lidyawati Cik Ujang mengatakan, pelatihan Kader Pokja II tersebut merupakan pelatihan berbasis Program Gerakan Keluarga Indonesia, dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengelolaan ekonomi (Gelari Pelangi) yang berfokus pada penguatan literasi,PAUD berkualitas, serta modernisasi usaha ekonomi keluarga, katanya.
Dimana, Pokja II sendiri memegang peranan strategis sebagai fondasi mewujudkan keluarga yang mandiri dan sejahtera melalui intervensi pendidikan serta pemberdayaan ekonomi.
“Perkembangan teknologi dan dinamika sosial menuntut kader PKK tidak hanya memiliki semangat pengabdian, tetapi juga pengetahuan dan kemampuan beradaptasi. Pelatihan ini dirancang agar program PKK memberikan dampak konkret yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, pelatihan Pokja II juga untuk membekali para kader dengan program komprehensif dari hulu ke hilir. Diantaranya, penguatan Literasi dan pengasuhan, modernisasi UMKM PKK, dan kemandirian finansial, bebernya.
Sementara itu, Ketua Pokja II TP PKK Sumsel Perry Rizal mengungkapkan, bahwa kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh 68 peserta yang merupakan perwakilan Pokja II dari kabupaten/kota hingga tingkat kecamatan se-Sumsel.
Guna memastikan kualitas materi, pelatihan menghadirkan narasumber lintas instansi, meliputi TP PKK Provinsi Sumsel, Dinas Perpustakaan Prov. Sumsel, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumsel, Perwakilan BKKBN Sumsel, serta lembaga perbankan.
“Melalui pelatihan ini, para kader diharapkan dapat menjadi agen perubahan (agent of change) di daerah masing-masing untuk menularkan ilmu dan mengimplementasikannya sesuai potensi lokal, ” Pungkasnya.

