MONPERA.ID, Palembang – Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang, secara resmi memaparkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Selatan kepada Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Republik Indonesia Dyah Roro Esti Widya Putri, dalam kegiatan kuliah umum bertema” Empowering Growth: Young Enterpreneurs for a Better Future” di Gedung Fasikom Lantai 7 Kampus Universitas Sriwijaya (Unsri) Bukit Besar Palembang, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan diikuti antusias oleh ratusan mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) tentang kewirausahaan dan peluang ekonomi di masa depan
Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan menunjukkan tren positif. Salah satunya, indikator peningkatan nilai ekspor daerah yang telah mencapai miliaran dolar AS, mencerminkan daya saing produk Sumsel yang semakin kuat di pasar global.
“Pertumbuhan ini tidak lepas dari kontribusi sektor perdagangan yang terus berkembang, didukung ratusan pusat perdagangan serta meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, tentunya kesempatan bagi mahasiswa agar berani untuk memulai usaha sejak dini, meskipun berawal dari skala kecil. Karena, disini yang dibutuhkan konsistensi dan inovasi yang menjadi kunci dalam membangun usaha berkelanjutan.
“Saya mendorong adik adik mahasiswa disini supaya berani mencoba dan jangan takut. Karena, sukses itu dari kecil dulu baru bisa besar dan berkembang,” tegasnya.
Apalagi, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen mencetak wirausaha muda melalui berbagai program strategis, salah satunya dalam menciptakan 100 ribu “Sultan Muda,” tandasnya.
Sementara, Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, menekankan pentingnya peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional, dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Kami ingin mendorong semakin banyak anak muda menjadi pelaku usaha, termasuk pemilik waralaba. Kementerian Perdagangan memiliki berbagai program untuk mendukung hal tersebut,” jelasnya.
Ia juga memperkenalkan program Kampus Preneur sebagai upaya meningkatkan produktivitas generasi muda dalam memanfaatkan bonus demografi Indonesia.
Di sisi lain, Wakil Rektor I Unsri, Rujito Agus Suwignyo, menegaskan pentingnya keberanian, inovasi, serta kemampuan adaptasi bagi mahasiswa dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Unsri, kata dia, terus membangun ekosistem kewirausahaan melalui berbagai program seperti inkubasi bisnis dan kolaborasi dengan dunia industri.
Kuliah umum ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

