Kapal Pacific Star 8702 Pengangkut Batu Bara Tabrak Jembatan P6 Lalan Muba

MONPERA.ID, Muba – Insiden memprihatinkan kembali terjadi di perairan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Jembatan P6 yang melintasi Sungai Lalan dilaporkan kembali menjadi korban hantaman kapal tongkang pengangkut batubara pada Rabu sore, 13 Mei 2026.

Kabar ini mendadak viral setelah unggahan video dari akun Ferry Ceper beredar luas di tengah masyarakat. Dalam rekaman tersebut, terlihat detik-detik mencekam saat sebuah tongkang batubara berukuran besar dengan nama lambung Pacific Star 8702 melaju dan menghantam struktur jembatan yang sedang dalam proses pembangunan, memicu teriakan keputusasaan dari warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

“Hancur, hancur jembatan ini,” teriak perekam video dalam nada putus asa saat melihat bentang jembatan kembali roboh oleh hantaman fisik kapal.

Insiden ini memicu gelombang kemarahan dan kekecewaan dari warga setempat karena jembatan ini merupakan urat nadi transportasi darat yang sangat dinantikan penyelesaiannya.

Melalui berbagai platform media sosial, warga menyuarakan kegundahan mereka terhadap aktivitas angkutan batubara yang dinilai abai terhadap keselamatan infrastruktur publik.

Pengguna akun Daeng Sature meluapkan kekesalannya dengan menyebut bahwa keberadaan angkutan batubara tersebut membuat jembatan tidak kunjung selesai.

“Memang Set*n nian batu bara nih, dak jadi-jadi lagi jembatan ini,” kata daeng mengomentari postingan tertabraknya bangunan jembatan P6 Sungai Lalan.

Sementara akun Sueb menyayangkan kejadian serupa yang terus terulang hingga menghambat proses pembangunan jembatan Sungai Lalan.

“Dak selesai lagi jembatan sungai Lalan ditabrak terus,” kata Sueb.

Kekecewaan senada juga disampaikan oleh Agung Wibowo yang menekankan perlunya sikap tegas dari masyarakat Lalan karena dampak dari kerusakan ini sepenuhnya dirasakan oleh warga yang menjadi susah dalam beraktivitas.

“Perlu sikap tegas dari masyarakat Lalan, dampaknyo wong Lalan tulah yang saro (susah),” katanya.

Bahkan, akun Ogor Mukial menyerukan aksi protes ke Sekayu sebagai bentuk tuntutan tanggung jawab atas kejadian tersebut.

“Kita harus kompak, demo lagi ke Sekayu (Pemkab Muba),” kata Ogor.

Kejadian tertabraknya Jembatan P6 ini seolah membuka luka lama bagi masyarakat karena infrastruktur ini sudah berulang kali mengalami kerusakan akibat insiden serupa.

Warga kini sangat berharap Pemerintah Muba dan pihak terkait segera mengambil langkah nyata, termasuk pemberian sanksi tegas bagi perusahaan pemilik tongkang serta percepatan perbaikan permanen agar akses transportasi masyarakat tidak terus terganggu.

Kejadian tertabraknya Jembatan P6 ini seolah menjadi luka lama yang terbuka kembali. Pasalnya, infrastruktur ini sudah berulang kali mengalami kerusakan akibat insiden serupa.jemba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *