MONPERA.ID, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menerima audiensi jajaran pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan di Griya Agung, Rabu (15/4/2026).
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan, pertemuan tersebut untuk mempererat silaturahmi sekaligus mematangkan agenda strategis pengembangan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan generasi muda di Bumi Sriwijaya.
“Alhamdulillah, apa yang kita rencanakan selama ini mulai membuahkan hasil nyata. Saya berterima kasih kepada OJK karena sangat responsif terhadap program pemerintah. Dalam membangun daerah, kita memang butuh kemitraan yang solid agar program-program strategis bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Mengenai pengembangan Sultan Muda. Menurutnya, akan memberikan instruksi khusus terkait teknis penguatan organisasi.
“Saya ingin kita fokus pada kuantitas terlebih dahulu. Perbanyak distribusi ID Card untuk memastikan kekuatan ‘pasukan’ kita di lapangan terdokumentasi dengan baik. Selain itu, markas atau sekretariat yang ada harus dimanfaatkan secara maksimal. Publikasikan setiap keaktifan Sultan Muda secara masif agar masyarakat luas mengetahui progres dan kontribusi nyata mereka,” tegasnya.
Lebih lanjut, HD menyarankan adanya sistem pengelompokan atau clustering berdasarkan jenis usaha dan wilayah. Ia juga mendorong pembentukan tim pelatih melalui metode Training of Trainer (ToT). Dengan skema ini, anak muda yang sudah berhasil dapat memberikan pelatihan kepada rekan-rekannya, sehingga terjadi transfer pengetahuan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sumsel, Arifin Susanto, mengungkapkan, bahwa pihaknya tengah menyiapkan tiga agenda besar dalam rangkaian Sultan Muda Expora. Salah satu puncaknya adalah peluncuran ekspor perdana produk turunan kelapa ke tiga negara tujuan internasional.
” Selain itu, kami akan menyerahkan ID Card Sultan Muda yang sudah terintegrasi dengan teknologi cip. Kartu ini multifungsi; selain sebagai e-money, juga berfungsi sebagai record management untuk memantau rekam jejak bisnis dan pelatihan anggota secara digital,” ungkapnya.

